Langsung ke konten utama

Unggulan

Beauty Jannaty (Keisya Avicenna)

Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.

Berikut 99 bekal istimewa menjadi muslimah jelita dambaan surga.


Rumus meningkatkan iman dan takwa:

  • Mu'ahadah: mengingat perjanjian dengan Allah SWT saat masih di alam arwah, sebelum manusia lahir ke dunia diikrarkan melalui shalat wajib [Al-Fatihah: 5]
  • Mujahadah: bersungguh hati melaksanakan ibadah dan memiliki produktivitas amal shaler
  • Muraqabah: merasa selalu diawasi oleh Allah SWT sehingga senantiasa rajin melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya
  • Muhasabah: intropeksi diri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan sehingga selalu menggunakan waktu dan jatah hidupnya dengan sebaik-baiknya
  • Mu'aqabah: Bertaubat atas dosa dan menghapusnya dengan amal yang lebih utama meskipun terasa berat, seperti berinfak dan memperbanyak ibadah sunnah.

  • Melaksanakan shalat wajib dengan khusyuk. Beberapa tips: 
  • Melakukan persiapan dengan baik (peka waktu shalat, berwudhu sesuai syariat); 
  • Tuma'ninah dalam shalat (tidak tergesa-gesa); 
  • Mengingat kematian dalam shalat (Rasulullah bersabda: Jika tidak mengingat kematian, niscaya urusan duniawi akan mengganggu konsentrasi shalat kalian)
  • Menadaburi ayat-ayat dan dzikir-dzikir yang dibaca dalam shalat
  • Melihat ke tempat sujud, kecuali saat tasyahud (kepada telunjuk yang digerakkan).

Melakukan ibadah hanya mengharap balasan dan ridha dari Allah SWT. Tidak disertai riya' (sombong dan berbangga diri). Orang-orang yang ikhlas adalah orang yang kualitas beramalnya dalam kondisi ada atau tiada orang yang memperhatikan adalah sama. Ikhlas menjadi syarat diterimanya suatu amalan, iklas menentukan terangkat atau jatuhnya, tinggi dan rendahnya derajat seseorang.

Hidup adalah serangkaian ujian. Antara hamba yang satu dan yang lain Fujian hidupnya berbeda-beda. Misalnya orang kaya diuji dengan sombong dan fikir, orang berilmu diuji dengan ujub dan sombong, orang miskin diuji melalui keputusasaannya.

"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang teras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu [QS al-Hadid: 20]

Zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat demi kehidupan akhirat. Keadaanmu antara ketika tertimpa musibah dan tidak adalah sama saja, sebagaimana sama saja bagimu antara orang yang memujimu dan orang yang mencelamu ketika engkau berada dalam kebenaran. Selalu sederhana dalam makan, minum, tidur, tertawa, dan bercanda. Menyadari bahwa dunia adalah negeri persinggahan, bukan negeri untuk menetap. Jadikan dunia sebagai bagian perjalanan, mempersiapkan bekal menuju akhirat. 

Dunia hanya akan didapatkan dengan susah payah, kerja keras serta mengorbankan tenaga dan pikiran yang sangat banyak. Bahkan, terkadang terpaksa harus bergaul dengan orang-orang yang berperangai jahat dan buruk. Berbeda hal nya jika menyibukkan diri dengan berbagai macam ibadah, jiwa menjadi tenteram, hati merasa sejuk, menerima takdir Allah dengan tulus dan sabar, akhirnya akan menerima balasan di akhirat. 

"Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya." [QS an-Naziat: 37-39].

Parameter hati yang didalamnya menjelma surga dapat dilihat dari akhlak keseharian. 

Rasulullah bersabda, "Aku Benjamin sebuah rumah di tepi surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan yang tidak perlu meskipun ia beraad dipihak yang benar; dan sebuah rumah ditengah-tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta, meskipun gurau; dan sebuah rumah di surga yang tertinggi bagi orang yang baik akhlaknya. [HR Abu Dawud]"

Rasulullah bersabda bahwa yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak mulia sementara sesuatu yang paling banyak memasukkan orang kedalam neraka adalah mulut dan kemaluan.

Diantara akhlak yang dapat menjaga keistiqomahan seseorang adalah sabar, tawakal, berlapang dada, berani, jujur, rasa malu, dsb.

"Maka berkata rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal." [QS Ali Imran: 159]

“Sesungguhnya Allah SWT menciptakan bani Adam dengan 8 sifat.  4 diantaranya, adalah sifat-sifat penghuni surga : yaitu wajah yang ramah, lidah yang fasih, hati yang bertaqwa, dan tangan yang dermawan. Sedangkan, 4 yang lainnya adalah sifat-sifat penghuni neraka : yaitu wajah yang masam, lidah yang kotor, hati yang keras, dan tangan yang pelit.”

8 Nama Surga:
1. Jannatul Khuldi Surga ini adalah hadiah Allah SWT untuk umat-Nya yang selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam Al-Qur’an, nama surga ini disebut dalam surat Al-Furqan 2:15.

2. Darussalam Surga ini disebut dalam Al-Qur’an surat Al-An’am 6:127. Ia diperuntukkan bagi hamba Allah SWT yang istiqamah, selalu mengamalkan ayat-ayat Allah SWT, dan beramal saleh.

3. Darul Muqamah Dalam surat Fatir 35:35, dijelaskan bahwa para ahli syukur yang tinggal di dalamnya tidak pernah capek dan letih.

4. Jannatul Ma'wa Jannatul Ma'wa menjadi tempat bagi mereka yang bertakwa, beramal saleh, dapat menahan hawa nafsu, dan meyakini kebesaran Tuhan. Keberadaan surga ini disebut dalam surat An-Najm 53:15.

5. Jannatu Adn Jannatu Adn diperuntukkan bagi mereka yang bertakwa pada Allah SWT, sabar, bersedekah, dan membalas kejahatan dengan kebaikan. Surga ini disebut dalam Al-Qur’an surat As-Saff ayat 61:12.

6. Jannatun Na'im Surga ini disebut dalam Surat Luqman 31:8. Mereka yang tinggal di dalamnya adalah Muslim yang bertakwa dan beramal saleh.

7. Al-Maqamul Amin Surga yang disebut dalam surat Adh-Dhukhan 44:51, ini diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar bertakwa.

8. Firdaus Surga yang memiliki posisi tertinggi ini diperuntukkan bagi mereka yang beriman, memelihara amanat beserta janjinya, dan selalu menjaga salatnya dengan sempurna. Hal tersebut dijelaskan dalam surat Al-Kahf 18:107.

Malaikat Jibril mennyampaikan, "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka ada tujuh pintu, jarak antara masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun, dan setiap pintu lebih panas dari pintu yang lain, nama-nama pintu tersebut:

  1. Jahanam: dikhususkan Baginda umat Nabi Muhammad SAW yang maksiat. Mereka gemar melakukan dosa dan tidak mau bertobat terhadap dosa-dosanya [al-Hijr: 43-44]. Tingkatan ini akan dihuni oleh para ahli tauhid. Mereka akan mendapat siksa sesuai dengan kadar dosa dan kesalahannya. Namun kemudian, mereka akan dikeluarkan lalu dimasukkan kedalam surga, sehingga tingkatan ini pun menjadi kosong;
  2. Lazha: pintu ini bagi siapa pun yang mendustakan Al-Quran dan berpaling dari keimanan [QS al-Lail: 14-16]. Neraka ini dihuni oleh iblis dan para pengikutnya dari kaum majusi (penyembah api). Ketika ketamakan dan terlalu mencintai hal-hal yang bersifat duniawi menguasai hati, orang-orang tersebut akan diletakan di neraka Lazha [QS al-Ma'arij: 15-18]; 
  3. Huthamah: pintu ini untuk orang yang suka adu domba, mencela, ghibah, dan terpedaya dengan harta kekayaan [QS al-Humazah: 1-9]. Neraka ini dihuni oleh kaum Yahudi;
  4. Sair: Neraka ini ditujukan bagi mereka yang mendustakan pemberi peringatan [al-Mulk: 5]. Ditambahkan dalam surat lain, calon penghuni neraka ini adalah orang-orang yang membantah Allah tanpa ilmu pengetahuan dan para pengikut setan yang jahat [QS al-Fathir: 6-7]. Neraka ini dihuni oleh kaum Nasrani;
  5. Jahim: pintu untuk kaum penyembah berhala yang menyekutukan Allah [QS Syu'ara: 91, QS al-Muthafifin: 10-16]. Neraka ini dihuni oleh orang-orang musyrik;
  6. Saqar: pintu untuk orang-orang yang tidak shalat, tidak menyantuni orang miskin, orang yang suka membicarakan yang batil, dan orang yang mendustakan hari pembalasan [QS Muddatsir: 42-46]. Pintu ini dihuni oleh orang-orang murtad;
  7. Hawiyah: pintu untuk kaum munafik [QS al-Nisa: 145].

Imam Ibnul Qayyim berkata, "Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampas di wajah dan membaguskannya. Ada sebagian istri yang memperbanyak shalat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab: Shalat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami menjadi lebih bagus."

Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat Ini Doa akan dikabulkan oleh Allah SWT. 

Berikut beberapa tips agar kita dimudahkan untuk melaksanakan shalat malam. 

  • Berusaha untuk tidur diawal malam dan menjauhkan diri dari begadang. Rasulullah SAW membenci tidur sebelumnya shalat isya dan berbicara sesudah shalat Isya.
  • Ketika akan tidur, perhatikan adab-adab tidur, misalnya membaca doa sebelum tidur, membaca ayat kursi, membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah, dan membaca surat al-Kafirun.
  • Tidur sebentar di siang hari.
  • Berkeinginan kuat untuk shalat malam.
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik; mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan." [QS adz-Dzariyat: 15-18].

Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelk akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan [QS al-A'raf: 180].

  1. Shalat Tahajud: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat Tahajud (sebagai sustu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji [QS al-Isra: 79]
  2. Tadabur Al-Qur'an: "Rumah yang didalamnya dibacakan al-Qur'an akan terlihat penduduk langit, sebagaimana penduduk bumi melihat gemerlap bintang-gemintang di langit." [HR Baihaqi]
  3. Dua rakat sebelum (qabliyah) subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya. [HR Muslim]
  4. Shalat Dhuha: "Shalat Dhuha bukan hanya semata meminta harta, tetapi merupakan shalatnya orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah." [HR Thabrani]
  5. Memperbanyak Shadaqah: "Dan segeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun armpit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan." [QS Ali Imran: 133-134]
  6. Menjaga wudhu: "Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri." [QS al-Baqarah: 222]
  7. Berdzikir setiap saat: "(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, tau dalam keadaan berbaring..." [QS Ali Imran: 191].

Beberapa tips agar kita senantiasa menjadi muslimah yang ridha dan beriman kepada qadha dan qadar Allah SWT.

  1. Tidak berselisih terhadap sesuatu yang sudah berlalu sekalipun kita sangat menginginkannya. Percayalah bahwa hal itu ditakdirkan kepada kita. Seandainya ditakdirkan kepada kita, pasti hal itu menjadi milik kita.
  2. Hiduplah di dunia ini dengan penuh rasa kedamaian tanpa merasa takut, sebab tidak ada sesuatu pun yang akan terjadi kecuali hal itu telah ditakdirkan.
  3. Janganlah kita takut sakit dan fakir, ketahuilah bahwa apa yang ditakdirkan Allah SWT kepada kita pasti akan terjadi dan kita tidak mungkin mampu berlari darinya.
  4. Ambillah sebab segala sesuatu, sedangkan hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT.
  5. Yakinlah bahwa apa yang dipilihkan Allah SWT kepada kita adalah suatu kebaikan dan selain darinya adalah keburukan.
  6. Mintalah kepada Allah SWT Ridha yang baik dan sabarlah ketika ujian datang.
  7. Ketahuilah bahwa apa yang telah ditakdirkan kepada kita pasti akan menimpa kita dan apa yang tidak ditakdirkan tidak akan menimpa kita.
  8. Pemberi manfaat dan mudharat hanyalah Allah SWT. Ketika terjadi yang bermanfaat, ucapkanlah, "Alhamdulillah". Ketika terjadi yang mudharat, ucapkanlah, "Telah ditakdirkan Allah SWT dan Dia berbuat apa yang dikehendaki-Nya."
  9. Laluilah kehidupan dengan penuh keteguhan dan keyakinan bahwa rezeki kita tidak mungkin 'dimakan' orang lain dan ajal kita tidak mungkin ditunda atau dimajukan oleh seseorang. Semua itu terjadi atas qadha dan qadar Allah SWT.

Katakanlah, "Jika bacak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. [QS at-Taubah: 24]

Syekh Abu Muhammad bin Abi Jamrah mengibaratkan manisnya iman dengan sebuah pohon, sebagaimana firman Allah.

"Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit." [QS Ibrahim: 24]

Yang dimaksud dalam ayat tersebut: Batang pohon adalah pangkal iman, cabane dan rantingnya adalah menjelaskan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, dedaunan adalah kepedulian terhadap kebajikan, buahnya adalah amal ketaatan, rasa manisnya adalah ketika memetiknya, dan puncak manisnya adalah ketika matangnya sempurna saat dipetik. Disitulah sangat terasa oanisnya.

Dan Apabila dibacakan Al-Qur'an maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat [QS al-A'raf: 204]

Tadabburi ayat yang dibaca atar di dengarkan, mika sedang membaca ayat tentang azab dan murka Allah SWT minta ampun dan berlindunglah kepada Allah SWT dari kemurkaanNya itu!

Jika sedang membaca ayat tentang kenikmatan dan karunia Allah SWT, mintalah Rahmat dan karunia Nya itu. Jika membaca ayat tentang larangan dan perintah, mohonlah agar diberi kekuatan untuk melaksanakan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya.

Memohon surga kepada Allah jika terbaca ayat-ayat surga, dan berlindung kepada Allah dari neraka jika terbaca ayat-ayat neraka. 

Berikut etika membaca Al-Qur'an.

  1. Dalam keadaan sudah berwudhu, suci pakaiannya, badannya, dań tempatnya, serta telah bersiwak/ gosok gigi.
  2. Memilih tempat yang tenang dan waktunya pun pas karena lebih dapat berkonsentrasi dan dapat membuat jiwa lebih tenang.
  3. Memulai tilawah dengan ta'awwudz, kemudian basmalah pada setiap awal surat, selain surat at-Taubah. Allah SWT berfirman yang artinya. "Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur'an mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk." [QS An-Nahl:98]
  4. Hendaknya selalu memperhatikan hukum-hukum taj wid dań membunyikan huru sesuai dengan makhrajnya serta membacanya dengan tartil (perlahan-lahan). "...dań bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan." [QS al-Muzzammil:4]
  5. Disunnahkan memanjangkan bacaan dan memperindah suara dista membacanya. Nabi Muhammad SAW juga bersabda, "Hiasilah suara kalian dengan al-Qur'an." [HR Abu Dawud]
  6. Membaca sambil merenungkan dan menghayati makna yang terkandung didalamnya. "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu oenuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran." [QS Shad: 29]
  7. Termasuk sunnah adalah berhenti membaca jika sudah mengantuk karena Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang dari kamu bungun di malam hari, lalu lisannya merasa sulit untuk membaca Al-Qur'an hingga tidak menyadari apa yang ia baca, hendaknya ia berbaring (tidur) [HR Muslim].

Suatu kenikmatan besar ketika seorang hamba menyadari bahwa dirinya adalah makhluk yang leeman dan penuh kekurangan, dosa dan kesalahan. Bersamaan dengan itu ia sangat menyadari bahwa Rabb-nya memiliki ampunan yang sangat luas bagi hamba-hamba-Nya yang mau bertobat dan kembali kepada-Nya. Bahkan, Allah SWT sangat mencintai to bat hamba-Nya.

"Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)." [QS asy-Syams: 8-9]

"Wahai orang-orang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan to bat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai..." [QS at-Tahrim: 8]

"Katakanlah, Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." [QS az-Zumar: 53]

Syarat-syarat diterimanya tobat:

  1. Ikhlas: tidak terpaksa atau takut kepada seseorang;
  2. Meninggalkan dosa yang dilakukan: tidaklah mulut mengucap, "Astagfirullah" atau "Aku bertaubat kepada Allah SWT" sementara badannya masih berbuat dosa;
  3. Menyesali dosa-dosa yang telah dilakukan;
  4. Bertekad kuat untuk tidak mengulangi dosa yang telah dilakukan untuk selama-lamanya;
  5. Tobat dilakukan sebelum tertutupnya pintu tobat: ajal datang atau matahari terbit dari arat barat.

Salah satu hal yang disukai Rasulullah SAW adalah menjaga wudhu.

"Sungguh umatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhunya." [HR Bukhari dan Muslim]

Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, peneliti bidang penderita penyakit dalam dan penyakit jaunting di London, berkata, "Para pakar sampai pada kesimpulan mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan pada syaraf dan otot, menormalkan detak jantung, kecemasan, dan insomnia (susah tidur)."

Saat berwudhu membasuh wajah, hal Ini melambangkan penjernihan dan penyucian hati serta pikiran. Keluarlah dari wajahnya seluruh dosa yang dilakukan matanya. Membasuh tangan melambangkan penyucian segala kegiatan. Membasuh kepala melambangkan pemikiran yang suci. Adapun membasuh kaki adalah melambangkan langkah lurus dan bersih. Bersama air wudhu, dosa-dosa kita dibersihkan.

Manfaat lain yang harus disadari adalah ketika kita masih memiliki wudhu dan adman waktu shalat berikutnya berkumandang, kita akan bahagia dan rasa itu mendorong kita serta mengusir rasa enggan untuk shalat di waktunya. Atau, setidaknya pikiran kita terfokus ke sana: shalat. Alangkah indahnya Pribadi seorang muslimah yang menjadikan waktu-waktu shalat sebagai tujuan yang dinanti kedatangannya.

Dengan menjaga wudhu, kita tidak akan ragu untuk memegang dan membaca mushaf Al-Qur'an yang kita jumpai dimanapun.

"Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, kendaklah dia mengubah dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampuesto lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemahnya iman." [HR Muslim]

"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagiaun mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan rasulNya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." [QS at-Taubah: 71].

Syarat-syarat hijab atau jilbab yang syar'i dan benar.

  1. Menutupi seluruh tubuh [QS al-Ahzab: 59]: tidak tipis, tidak ketat, tidak sera dengan kulit, ataupun bercorak mencolok dan bersifat mengundang penglihatan laki-laki
  2. Longer, tidak menampakkan tempat-tempat yang menarik pada anggota tubuh
  3. Tidak diberi wangi-wangian, apalagi jika dimaksudkan agar orang lain yang bukan mahram mencium aromanya.
  4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
  5. Tidak menyerupai pakaian orang kafir
  6. Berpakaian tanpa bermaksud supaya dikenal, baik itu dengan mengenakan pakaian yang berharga mahal maupun yang murah mika niatnya untuk dibanggakan karena harganya ataupun yang kumaş agar dikenal sebagai orang taat (riya'). "Siapa yang mengenakan pakaian tersohor (bermaksud supaya dikenal) di dunia maka Allah akan memberinya pakaian hina di hari Kiamat, lalu dinyalakan api pada pakaian tersebut. [HR ABu Dawud].
Selain menutup aurat, seorang muslimah perlu meneduhkan wajahnya dengan malu kepada Allah SWT agar setiap senyuman menjadi shadaqah membahagiakan (bukan penghias mimpi lelaki bukan mahram), agar lantunan suara menjadi tadzkirah, bukan penghias telinga yang membuai para pendengar

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang Neriman agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat..." [QS an-Nur: 31]

"Pandangan mata adalah salah satu dari panah-panah iblis, barang siapa menundukkannya karena Allah, maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya." [HR Ahmad]

"...Maka janganlah kamu tunduk (melemahlembutkan suara) dalam berbicara seringa bangkitkan naus orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik..." [QS al-Ahzab: 32].

"Tidak pernah sekali-kali Rasulullah saw menyentuh tangan seorang wanita yang tidak halal baginya." [HR Bukhari dan Muslim].

"Janganlah wanita berpergian selama tiga hari kecuali berama mahramnya." [HR Bukhari]

Diharamkan banita berpergian selain haji dan umrah tanpa disertai mahram atar suaminya, kecuali ada jaminan keamanan jika disertai vanità lain yang dapat dipercaya.

Rasulullah SAW bersabda. "Sesungguhnya Anita itu adalah aurat maka apabila Keluarga, setan akan menghiasinya." [HR Turmudzi]

Meskipun demikian, jika ada kepentingan darurat yang mengharuskan wanita muslimah untuk keluar rumah, ada beberapa adab yang harus kita perhatikan.

  1. Kenakanlah hijabmu yang syar'i
  2. Jangan memakai wangi-wangian
  3. Ketika berjalan, berjalanlah sewajarnya saja
  4. Apabila engkau berjalan bersama saudaramu ataupun temanmu sesama wanita, sementara di sana ada lelaki, tahanlah untuk berbicara
  5. Apabila engkau telah menikah, minta izinlah kepada suamimu ketika keluar rumah
  6. Jika jarak perjalanan yang ditempuh adalah jarak berpergian [luar kota], engkau harus didampingi mahrammu.
  7. Hindarilah dari berdesak-desakan dengan lelaki
  8. Berhiaslah dengan rasa malu
  9. Tundukkanlah pandandan matamu.

Seorang muslimah diharapkan untuk selalu berusaha agar tubuhnya selalu sehat, kuat, semangat, tidak loyo, dan selalu mengatur asupan gizi untuk tubuh. Seorang muslimah tidak akan makan dan minum dengan rakus serta berlebih-lebihan. Akan tetapi, ia akan makan dan minum dengan memperhatikan pola makan, memilih makanan atau minuman yang sehat, halal, bersih, dan bergizi.

"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaian mu yang bague pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, terapi mangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." [QS al-A'raf:31]

"Tidak ada seorang pun dari manusia ini yang mengisi bejana yang lebih buruk dari perutnya. Terapi apabila harus melakukan juga maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk pernapasan." [HR Ahmad]

Umar bin Khaththab r.a pun berkata, "Hindarilah oleh kalian kekenyangan dałam makan dan minum karena sesungguhnya ia dapat merusak tubuh dan mendatangkan penyakit serta menyebabkan malas dalam menjalankan shalat. Hendaklah kalian perlaku sederhana dalam makan dan minum karena sesungguhnya hal itu akan lebih baik bagi tubuh dan jauh dari pemborosan. Sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang besar dan gemuk. Tidaklah seseorang akan celaka sehingga dia mendahulukan syahwatnya atas agamanya".

Pola hidup sehat harus senantiasa diterapkan. Dengan tubuh sehat, seseorang lebih banyak beribadah dan khusyuk kepada Allah SWT. Para muslimah dapat melakukan berbagai aktivitas olahraga atau gerakan-gerakan yang dapat membakar kalori, mengeluarkan keringat, dan membuat tubuh lebih fit. 

Rasulullah SAW pun hidup sehat dan berolahraga. Beliau dikenal memiliki kebiasaan berjalan kaki. Rasulullah pernah mengajak istrinya, Aisyah untuk berlomba dengan beliau. Aisyah mengisahkan, "Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, saat itu tubuhku masih ramping. Beliau berkata kepadaku, "Marilah kita berlomba." Aku pun menyambut ajakan beliau dan ternyata aku dapat mendahului beliau dalam berlari. Beliau lama tidak mengajakku berpergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan kejadian itu. Suatu ketika aku berpergian lagi bersama beliau. Beliau pun mengajak berlomba kembali. Saat itu aku sudah lupa terhadap kemenanganku yang lalu dan kini badanku sudah gemuk. Aku berkata, "Bagaimana aku dapat mendahului engkau, wahai Rasulullah sedangkan keadaanku seperti ini?" Beliau berkata, "Mariah kita mulai". Aku pun melayani ajakan berlomba dan ternyata beliau mendahului aku. Beliau tertawa seraya berkata, "Ini untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu." [HR Ahmad dan Abu Dawud].

Rasulullah SAW sangat membenci seseorang yang berada si tengah-tengah banyak orang dengan berpenampilan pakaian kotor, padahal dia mampu mencuci dan membersihkan pakaiannya itu. Berpenampilan yang baik dan enak dipandang. Hal ini sebagai bukti bahwa islam itu indah dan mcenyenangkan.

Berikut ini adab-adab berpakaian yang harus dilaksanakan oleh seorang muslimah.

  1. Menutup aurat
  2. Mendahulukan yang kanan
  3. Pakaian harus bersih dan rapi
  4. Tidak berpakaian menyerupai laki-laki
  5. Tidak bermewah-mewahan
  6. Membaca doa: Allahumma inni as-aluka min khayrihi wa khayri ma huwa lahu, wa a’udhu bika min sharrihi wa sharri ma huwa lahu. "Wahai Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan baju ini dan kebaikan apapun untuknya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan baju ini serta keburukan apapun untuknya".
  7. Tidak tergesa-gesa

"Ketika ada orang yang melenggang dengan penuh kesombongan dan berjalan dengan penuh kecongkakan, yang magnum pada dirinya sendiri maka Allah akan menancapkannya ke bumi, dan dia masih terus tenggelam didalamnya sampai hari kiamat kelak." [HR Bukhari].

Muslimah yang cerdas akan selalu menjaga mulutnya sehingga tidak seorang pun akan Mencius bau yang tidak sedap dari dirinya. Menjaga kebersihan mulut dapat dilakukan dengan membersihkan gigi setiap kali selesai makan, baiknya dengan sikta gigi, siwak, maupun pembersih lainnya serta memeriksakan gigi ke dokter minimal satu tahin sekali meskipun tidak sedang sakit gigi demi memelihara kebersihan dan kesehatan gigi.

"Barang siapa yang makan bawang merah dan bawang putih serta daun jucai, maka janganlah dia mendekati masjid kami karena sesungguhnya maaikat akan merasa terganggu seperti yang dirasakan oleh anak cucu Adam." [HR Muslim]

"Perhatikanlah mulut karena dengannya engkau berdzikir dan berbicara kepada manusia!"

"Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan kepada mereka untuk bersiwak setiap kali akan shalat." [HR Bukhari dan Muslim].

"Barang siapa yang memiliki rambut maka hendaklah ia menghormatinya." [HR Abu Dawud]

Penghormatan terhadap rambut menurut cita rasa islam adalah dengan Membersihkan, menuisier, dan memberinya minyak rambut, dan memperindah bentuknya. Rasulullah tidak menyukai orang yang mengabaikan keadaan rambutnya dan membiarkannya tidak teratur. 

Udara yang minimal dan kondisi lebih lembab dalam jilbab seorang muslimah terkadang dapat menimbulkan masalah pada kesehatan rambut. Berikut beberapa tip yang bisa dilakukan.

  1. Memilih bahan jilbab yang mudah menyerap keringat. Contohnya katun. Bahan ini selain mudah menyerap keringat juga memiliki pori-pori besar yang sangat berguna untuk sirkulasi udara di kepala
  2. Hindari memakai jilbab yang terlalu tebal sehingga rambut sulit bernapas
  3. Tidak mengikat rambut terlalu kencang saat menggunakan jilbab
  4. Sebaiknya hindari penggunaan warna gelap untuk jilbab karena akan menyerap sinar matahari sehingga membuat wilayah kepala dan rambut menjadi lebih panas.
  5. Menyisir rambut sebelum memakai jilbab
  6. Mencuci rambut secara rutin, pastikan rambut dalam kondis kering sebelum menggunakan jilbab. 
  7. Gantilah jilbab setiap hari. Demikian pula pelvis bagian dalam jilbab.
  8. Memilih potongan rambut praktis. Hindari potongan rambut terlalu panjang atau berponi. Sebaiknya, panjang rambut tidak melebih 60 cm.

Hendaklah seorang muslimah memperbaiki penampilannya (tanpa tabarruj) untuk menampakkan nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepadanya. "Sesungguhnya Allah senang melihat tanda nikmat yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya" [HR Turmudzi dan Hakim]

Seorang muslimah diperbolehkan untuk menghias dirinya dengan hal-hal yang mubah, misalnya mengenakan sutra dan emas, mutilar dan berbagai jenis batu permata, celak, menggunakan inai pada kuku dan menyemir rambut beruban, menggunakan kosmetik yang tidak mengandung zat berbahaya dengan tidak berlebihan. Tentu saja bergpas disini bukanlah dengan maksut mempercantik diri dihadapan lelaki yang bukan mahramnya. 

Selain itu, rajin berolahraga dapat bermanfaat untuk menjaga stamina dan keindahan tubuh serta mempercantik kulit seorang muslimah.

Berhias untuk suami hukumnya dianjurkan dan tidak memiliki batasan. Berhias dihadapan wanita dan lelaki mahram hukumnya diperbolehkan, tetapi dengan batasan tidak menampakkan aurat dan boleh menampakkan perhiasan yang melekat pada selain aurat. Aurat wanita di hadapan lelaki mahram adalah seluruh tubuh, kecuali muka, kepala, leher, kedua tangan, dan kedua kaki. Berhias di depan lelaki bukan mahram hukumnya haram dan inilah yang disebut dengan tabarruj.

Wanita santun itu lebih baik dan lebih mulia daripada wanita pesolek. Tidak diperbolehkan berhias dengan cara yang dilarang oleh islam:

  1. Memotong rambut diatas pundak seperti laki-laki, kecali dałam konisi darurat
  2. Menyambung rambut
  3. Menghilangkan sebagian atau seluruh alis
  4. Mengikir sela-sela gigi untuk tujuan mempercantik diri
  5. Menato Bagian tubuhnya
  6. Menyemir rambut dengan warna hitam
  7. Mengubah ciptaan Allah SWT secara permanen untuk tujuan mempercantik diri. Misalnya operasi plastik
  8. Menghalangi air untuk bersuci ke kulit atau ke rambut
  9. Mengandung pemborosan atau membuang-buang uang
  10. Membuang-buang waktu sehingga kewajiban lain terlalaikan
  11. Membuat wanita sombong, takabur, membanggakan diri, dan tinggi hati dihadapan orang lain.

Ilmu adalah bekal hidup. Ilmu adalah cahaya yang akan memberikan petunjuk kepada manusia sehingga mereka bisa keluar dari kegelapan menuju kepada cahaya.

"...Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." [QS al-Mujadilah: 11]

"Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." [HR Muslim]

Diantara sebab-sebab yang bisa meneguhkan hati dalam menuntut ilmu adalah:

  1. Mengikhlaskan niat: Ditujukan untuk mencari keridhaan Allah SWT, bukan untuk mencari berbagai macam tujuan dunia. Disamping itu, diniatkan untuk menghilangkan kebodohan pada diri kita.
  2. Bertahap: Dimulai dari perkara yang ringan, kemudian meningar secara bertahap. Seseorang yang baru saja belajar bisa jadi merasa bosan dengan hal-hal rumit.
  3. Menjaga diri secara lahir dan batin dari hal-hal yang bertentangan dengan hukum Allah. Imam Malik berkata: "Allah SWT telah memberikan ilmu ke dalam jiwamu maka janganlah kau hapus ilmu tersebut dengan kemaksiatan."
  4. Waktu khusus: hendaknya seorang penuntut ilmu mempunyai waktu-waktu khusus untuk belajar, muraja'ah (mengulang pelajaran), ataupun menelaah.
Ilmu yang terpuji adalah ilmu yang membuahkan amal bagi pemiliknya. Adapun ilmu yang membuahkan amal, itulah ilmu yang bermanfaat.

Membaca adalah ruang jendela pengetahuan bagi setiap individu, yang mempunyai fungsi untuk membuka kran wacana di alam fikir agar menjadi manusia yang sejalan dengan perkembangan zaman. 

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mensjaar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." [QS al-Alaq: 1-5]

Membaca adalah aktivitas yang sangat penting dalam kehidupan kita, baik membaca buku maupun "membaca kehidupan".

Rasulullah menganjurkan untuk menghadiri majelis ilmu dengan sawdanya, "Jika kalian melewati taman surga maka berhentilah." Mereka bertanya, "Apakah taman surga itu?" Beliau menjawab, "Halaqoh dzikir (majelis ilmu)." [HR Turmudzi].

Pribadi yang telah memiliki citra positif akan mudah mengembangkan sebuah kepribadian mulia dalam dirinya. Jika mendapat kebaikan, mereka pandai bersyukur, tidak sombong dan tidak melupakan orang lain. Sebaliknya, ketika mendapat musibah, mereka mudah untuk ikhlas, cepat memaafkan, dan tidak suka mencari-cari kesalahan orang lain. Pendeknya, hanya mereka yang memiliki citra positif lah yang mudah membentuk karakter akhlak islami dalam dirinya.

Lain ceritanya bagi mereka yang tidak pernah mengembangkan potensi dirinya sehingga tidak berkesempatan untuk menghasilkan sebuah karya. Mereka merasa dirinya tak sedemikian rupa untuk orang lain, bahkan merasa tidak memiliki sesuatu yang patut dibanggakan. Keberadaan dan ketiadaan dirinya seperti tak banyak bedanya untuk lingkungan. 

Lebih buruk lagi jika sampai terpatri citra diri negatif, yang kerap ditandai dengan gejala perasaan minder, iri pada keberhasilan orang lain, hingga kegemaran membuang waktu untuk bersantai-santai dan bersenang-senang semata. Padahal, aktualisasi diri akan bisa terpenuhi dengan cara mengaryakan sesuatu. Karya yang sederhanapun sebenarnya sudah cukup, asal dibuat dengan penuh parcaya diri dan keikhlasan.

Aisyah r.a., istri Rasulullah, memiliki potensi kecerdasan yang hebat sehingga dia memilih untuk terus belajar dari suaminya, hingga akhirnya menjadi seorang perawi ratusan hadits yang sekaligus menjadi guru bagi banyak ulama. 

Istri Rasulullah yang lain, Hafshah binti umar, memilih untuk belajar menulis indah dan Rasulullah pun memanggilkan guru khusus untuknya. Sementara, Zainab binti Jahsy memilih untuk mengerjakan keterampilan yang ia kuasai, yaitu menyamak dan menjahit kulit. Dengan keterampilannya itu, ia bisa memperoleh uang sendiri untuk ia shadaqahkan kepada fakir miskin.

Adapun yang bisa kita ikhtiarkan untuk membangun konsep diri yang positif adalah sebagai berikut.

  1. Penataan spriritual: Salimul aqidah (aqidah yang bersih), Shahihul ibadah (ibadah yang benar), dan Matinul khuluq (akhlak yang kukuh).
  2. Penataan kematangan pribadi: Mujahidu linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)
  3. Penataan kekuatan pola berpikir (Mutsaqaful fikri) dengan banyak membaca, bertanya, mengikuti majelis ilmu.
Potensi itu bersifat laten dan akan terus ada pada diri kita sampai kapan pun. Pada saat kita menyadari bahwa dałam diri kita ada potensi, ashlar terus sampai optimal dan bermakna. Menurut para pakar, potensi diri hanya 10%, selebihnya latihan, usaha, dan kerja keras. Teruslah berkarya agar semester merasa manfaatnya.

Setiap orang memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda satu sama lain. Perbedaan kemampuan ini menjadikan setiap orang itu istimewa. Tidak ada orang yang sempurna. Kita tidak harus mencari cara untuk selalu terlihat cantik, hebat, menakjubkan, lucu, kuat, dan lainnya. Kita Hanna perlu menjadi diri kita sendiri. Selalu ada orang yang mampu melihat kepribadian kita yang sesungguhnya dan mampu mencintai diri kita apa adanya.

Beberapa tips untuk membangun benteng kecintaan pada diri sendiri.

  1. Hindari hinaan: merendahkan diri sendiri tidak akan menghasilkan sesuatu yang positif, justru hanya akan menurunkan kepercayaan diri.
  2. Percaya pada kemampuan diri sendiri
  3. Merawat tubuh: makan yang bergizi, rutin berolahraga, menutrisi pikiran dengan membaca dan berdiskusi dengan orang yang cerdas.

Ada dua cara berpikir sebelumnya bertindak

  1. What: "Apa saja kemungkinan tindakan yang bisa dilakukan?"
  2. How: Saat kita sudah menyimpulkan apa yang akan dilakukan untuk meraih hasil terbaik. Pertanyaan selanjutnya adalah: "Bagaimana cara melakukan yang terbaik itu?".

Kehidupan masalalu sebaiknya menjadi cermin dalam menentukkan gerak langkah di masa depan. Keberhasilan masa depan juga ditentukkan oleh apa yang dilakukan di usahakan di masa kini. Jadi, mangan berharap banyak tentang masa depar mika kita tidak sungguh-sungguh menghadapinya.Tiga tataran waktu yang kita miliki (waktu lalu, kini, dan mendatang) harus menjadi pelengkap kebaikan. Bukan sebaliknya. 

Beberapa prinsip yang sebaiknya dipertimbangkan dalam management waktu diantaranya.

  1. Menyusun rencana: Memiliki tujuan yang jelas; Membuat rencana cadangan; Rencana atau program harus realistis, terukur, dan adil; Disiplin dalam rencana; Sempurnakan setiap kali beramal
  2. Fokus: membuat skala prioritas saat berhadapan dengan beberapa pekerjaan dalam kurun waktu bersamaan
Allah telah mengingatkan dalam surat al-Ashr bahwa pada hakikatnya kita berda pada kerugian, yakni orang-orang yang tidak mampu mengatur waktu dań melewatjan waktu tanpa digunakan untuk beriman dan beramal shaleh serta saling menasihati dałam kebenaran dań kesabaran. Tiga hal yang tidak bisa ditarik remblai: kesempatan yang datang, perkataan yang telah diucapkan, waktu yang telah dilewati.

Setiap orang sama-sama memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Orang sukses tidak disibukkan dengan perasaan mengeluh, mereka sibuk bekerja, memperbaiki kesalahan, dan membuat perubahan. 

Kompetensi perlu didasari dengan karakter yang baik. Keduanya ibarat dua muka dari sebuah koin sehingga sama-sama harus dikembangkan secara optimal dan seimbang.

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menghianati Allah dan Rasulullah dan (juga) janganlah kamu menghianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui" [QS al-Anfal: 27]

"Tidak ada iman bagi yang tidak amanah (tidak jujur dan tidak bisa dipercaya) dan tidak ada dien (agama) bagi yang tidak menepati janji." [HR Baihaqi]

"Jika engkau memiliki empat hal, engkau tidak akan rugi dalam urusan dunia: menjaga amanah, jujur dalam berkata, berakhlak baik, dan menjaga harga diri dalam (usaha, bekerja) mencari makan"

Islam mendidik umatnya untuk memiliki "sense to be entrusted", rasa diamanahi/ rasa untuk dipercaya.

Enam cara bijak menghadapi kritik yang bisa coba untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Memahami alasan si pemberi kritik sehingga kita tidak akan terganggu dan lebih riles dalam menyusun argument yang efektif dalam menjawab kritik tersebut
  2. Memandang kritik yang dilontarkan memiliki maksud positif sehingga bisa mengambil mandat kritik dengan maksimal
  3. Tidak hanyut dalam rasa sakit hati dan dendam setba hal tersebut sangat merugikan. Kerugian tersebut diibaratkan membakar seluruh rumah sendiri untuk membunuh seekor tikus yang bersembunyi di balik lemari.
  4. Tanamkan asumsi bahwa mendapatkan kritik adalah hal yang membanggakan. Kritik biasanya ditujukan kepada orang yang berkarya, orang yang melakukan sesuatu, atau orang yang menyandang status "penting". Sebaliknya, orang yang pasif, berdiam diri, dan tidak populer biasanya jauh dari kritik.
  5. Mengambil hikmah dari setiap kritik yang didapat. Kritik sering kali menampilkan banyak hal penting yang tersembunyi dari pandangan atau pikiran kita. Jika kritik itu benar, bisa kita jadikan sarana penting untuk memperbaiki diri.
  6. Dalam meganggapi kritik, gunakan cara yang asertif (tegas), elegan dan terhormat dengan tetap menjaga harga diri dan kehormatan orang lain.

Tiga kunci untuk mengeluarkan potensi yang sesungguhnya.

  1. Keahlian: mengerjakan sesuatu dengan mudah, lebih cepat dari rekan lain.
  2. Ketertarikan: sering kali hal-hal yang menarik perhatian selalu berkaitan dengan kemampuan alami atau bakat.
  3. Kepuasan: sesuatu yang membuat bahagia dan merasa tidak ingin berhenti mengerjakannya biasanya berkaitan dengan bakat yang dimiliki.

Ada lima pantangan yang sebaiknya tidak dilakukan.

  1. Pantang bertindak sia-sia: setiap tutur kata, langkah, dan apapun hendaknya dilakukan untuk sesuatu yang bermanfaat baik di dunia maupun akhirat. Jika kita menghindari kesia-siaan, Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang sukses.
  2. Pantang mengeluh: seseorang yang tidak mengeluh dalam menghadapi segala persoalan, Insta Allah akan menjadi pribadi yang tangguh.
  3. Pantang menjadi beban: Tidak menjadi beban orang lain adalah sikap mulia. Jika kita tidak menjadi beban orang lain, insya Allah kita akan mempunyai harga diri yang tinggi. 
  4. Pantang berkhianat: seseorang yang tidak pernah berkhianat, akan menjadi pribadi yang terpercaya.
  5. Pantang mengotori hati: Jika hati baik, baiklah seluruh tubuh. Begitupun sebaliknya. Jika kita bisa menjaga hati tetap bersih, Insya Allah kita akan menjadi bahagia dan amal ibadah kita diterima.

Seseorang yang berpikiran positif dan optimis tidak akan menganggap kegagalan atau tekanan hidup bersifat permanen. Ia akan berfokus untuk menerima dan memeriksa masalahnya. Selanjutnya memperbaikinya jika memungkinkan.

Berikut beberapa tips agar selalu bersifat optimis.

  1. Memaksimalkan kesuksesan
  2. Mengakui kekurangan, tetapi fokus pada kelebihan
  3. Percaya bahwa kegagalan justru akan membuat kita selangkah lebih maju menghadapi kesuksesan. 
  4. Ucapkan kata-kata motivasi setiap hari. 
  5. Jangan fokus pada sisi negatif, fokuslah pada sisi positif dan tidak perlu mengira-ngira hal negatif yang akan datang. 
  6. Ingatlan bahwa kita mempunyai kesempatan yang tak terbatas untuk meraih sukses di masa depan.

"Sesungguhnya membaca subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah, wallaahu akbar adalah lebih aku cintai dari pada segala sesuatu yang terkena sinar matahari" [HR Muslim].

"Kaum mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka" [HR Turmudzi]

Akhlak mulia mencakup dua aspek, yaitu akhlak mulia kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia

Berikut akhlak mulia kepada Allah SWT:

  1. Membenarkan berita-berita dari Allah melalui Al-Qur'an dan hadits
  2. Melaksanakan hukum-hukum-Nya dengan penuh keikhlasan tanpa mengharap penilaian manusia.
  3. Sabar dan ridha kepada takdir-Nya dengan penuh kesabaran, yakin bahwa Allah SWT menyimpan hikmah yang besar dan tujuan yang terpuji.
Adapun akhlak kepada sesama manusia:
  1. Tidak menyakiti orang lain
  2. Berderma dengan memberikan bantuan baik berupa materi maupun nonmateri (ilmu, motivasi, saran, dll)
  3. Bermuka manis. "Janganlah engkau menganggap ringan perbuatan baik sedikit pun meskipun (sekadar) engkau berjumpa dengan saudaramu dengan wajah berserk-seri [HR Muslim].

"Pelajarilah ilmu, pelajarilah ilmu dengan ketenangan dan sikap hormat serta tawadhu'lah kepada orang yang mengajarimu" [HR Thabrani]

Ilmu tidak akan dapat diperoleh secara sempurna, kecuali diiringi dengan sita tawadhu' murid terhadap gurunyi. Sebab, keridhaan guru terhadap murid akan membantu proses penyerapan ilmu.

Ada cara-cara islami agar persahabatan makin bersemi indah:

  1. Saling mengucapkan salam
  2. Senyum yang tulus
  3. Memanggil dengan nama yang disukainya
  4. Berjabat tangan: "Tidaklah ada dua orang muslim berjumpa, lalu keduanya saling bersalaman, kecuali keduanya mendapat ampunan sebelum saling berpisah." [HR Bukhari]
  5. Penampilan rapi dan aroma yang harum
  6. Saling memberi hadiah
  7. Jadilah pendengar yang baik
  8. Bergurau yang ajar
  9. Mampu menahan amarah dan mengobati marah
  10. Menghindari perdebatan
  11. Menutup aib
  12. Berterima kasih
  13. Menepati janji.

Dalam Islam, makan dan minum adalah sebagai sarana, bukan tujan hidup. Mereka menjadikannya sebagai penunjang keselamatan badan untuk memaksimalkan ibadah kepada Allah SWT.

Adab sebelum makan dan minum:

  1. Makanan dan minuman harus halal dan baik
  2. Makan dan minum harus diniatkan untuk taat kepada Allah SWT
  3. Mencuci kedua tangan
  4. Hendaklah makan bersama-sama: "Berjamaahlah dalam makanan kalian, niscaya kalian akan diberikan berkah di dalamnya." [HR Ibnu Majah]
Adab saat makan dan minum:
  1. Mengucap basmallah
  2. Menggunakan tangan kanan dan makan makanan yang lebih dekat dengan dirinya terlebih dahulu
  3. Hendaknya sisa-sisa makan yang ada di piring dan ditangan tetap dihabiskan sehingga berkah sekecil apapun tidak terbuang sia-sia. Jika ada makanan yang baru saja jatuh, segera bersihkan lalu dimakan. "Apabila makanan kalian jatuh, ambillah dan cuci kotorannya, lalu makanlah. Dan jangan biarkan bagian untuk setan. Sesungguhnya kalian tidak tahu, mana dari makanan kalian yang berberkah [HR Muslim]
  4. Tidak mencela makanan: "Rasulullah tidak pernah mencela makanan sedikit pun. Jika ia suka, ia memakannya dan jika benci, ia tinggalkan." [HR Bukhari dan Muslim]
  5. Dilarang minum sambil berdiri, bernapas/ meniup minuman dan minum langsung dari botol. "Sesungguhnya Rasulullah melarang bernapas pada bejana." [HR Bukhari dan Muslim]
Adab setelah makan dan minum:
  1. Ucapkan hamdalah
  2. Tidak terlalu kenyang dalam makan dan minum: "Tidaklah seorang Anak Adam menigs sesuatu yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah bagi Anak Adam beberapa snap untuk menegakkan tulang pungogungnya, dan jika dia harus mengerjakannya maka hendaklah dia membagi sepertig untuk makanannya, sepertig untuk minumannya, dan sepertig untuk napasnya." [HR Turmudzi].

Adab berpakaian yang bisa kita terapkan dalam keseharian.

  1. Disunnahkan memakai pakaian baru, bagus, dan bersih apabila ada harta
  2. Harus menutup aurat dan tidak membentuk lekuk tubuh
  3. Tidak menyerupai pakaian laki-laki (Tasyabuh)
  4. Bukan merupakan pakaian untuk ketenaran: "Barang siapa yang mengenakan pakaian ketenaran di dunia, niscaya Allah akan mengenakan padanya pakaian kehinaan di hari kiamat" [HR Ahmad]
  5. Tidak boleh ada gambar makhluk yang bernyawa tau gambar yang merepresentasikan agama lain
  6. Saat memakai pakaian, disunnahkan mendahulukan bagian kanan
  7. Membaca dua saat mengenakan pakaian baru
  8. Disunnahkan memakai pakaian berwarna putih. "Pakailah pakaian berwarna putih dari pakaianmu karena yang putih itu adalah yang terbaik dari pakaian kamu..." [HR Ahmad].

Tata cara tidur yang dipraktikkan Rasulullah:

  1. Tidur dalam keadaan berwudhu
  2. Mengibaskan tempat tidur ketika hendak tidur
  3. Berbaring pada sisi kanan dan berbantal dengan tangan kanan. Menurut ibnul Qayyim, "Tidur pada sisi kanan dianjurkan agar seseorang tidak kesusahan untuk bangun shalat malam. Tidur pada sisi kiri berguna bagi badan, tetapi membuat seseorang makin malas."
  4. Meniup kedua telapak tangan sambil membaca Surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas, lalu mengusapkan Kedua tangan pada wajah
  5. Membaca al-Qur'an untuk menenangkan hati dan pikiran lebih baik dari mendengarkan musik
  6. Membaca ayat kursi sekelum tidur
  7. Membaca doa sebelumnya tidur
  8. Tidur diawal malam.

Berikut adalah adab-adab dalam bermajelis:

  1. Mengucapkan salam kepada ahlu majelis ketika hendak masuk dan duduk. Jika ingin meninggalkan Majlis harus meminta izin kepada ahli majelis dan mengucapkan salam. 
  2. Tidak menyuruh orang berdiri, pindah atau bergeser agar ia menempati tempat duduknya
  3. Tidak memisahkan dua orang yang sedang duduk agar dapat duduk ditengah-tengahnya kecuali dengan izinnya
  4. Apabila seseorang meninggalkan majelis kemudian kembali lagi, ia lebih berhak duduk ditempat yang ditinggalkannya.
  5. Tidak duduk ditengah-tengah majelis.
  6. Duduk dengan sopan, tidak banyak bergerak
  7. Tidak menganyam jari, banyak menguar, memasukkan tangan ke hidung
  8. Tidak terlalu banyak berbicara, bersenda gurau
  9. Tidak berbisik-bisik
  10. Mendengarkan orang yang sedang berbicara, tidak memotong pembicaraan
  11. Tidak berbicara dengan meremehkan orang lain
  12. Menjawab salam ketika se seorang masuk tau meninggalkan majelis
  13. Tidak memandang lawn jenis yang bukan mahram.

Adab-adab salam:

  1. "Pengendara mengucap salam kepada pejalan kaki, yang berjalan kaki kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang ramai." [HR Muslim]
  2. "Jika engkau hendak masuk ke rumahmu, hendaklah engkau salam, niscaya berkah akan turun kepadamu dan keluargamu." [HR Turmudzi]. "Jika tidak ada seorangpun didalamnya, maka ucapkan, Assalamu'alaina ibadillahish shalihin" [HR Muslim]
  3. "Jika bertemu dengan sesama muslim, hendaklah memberi salam, dan jika keduanya terpisah oleh pohon, tembok, ataupun batu besar, lalu bertemu kembali, hendaklah kalian mengucap salam lagi kepadanya." [HR Abu Dawud]
  4. Disunnahkan berjabat tangan ketika memberi salam. "Tidaklah bertemu dua orang muslim kemudian berjabat tangan kecuali Allah akan mengampuni dosanya sebelum berpisah." [HR Abu Dawud dan Turmudzi]
  5. Menunjukkan wajah yang ceria, bermanis muka, dan tersenyum ketika salam.
  6. Disunnahkan memberi salam kepada Anak-anak sebagaimana Rasulullah senantiasa melakukannya. Hal ini dapat menanamkan rasa percaya diri dan menumbuhkan semangat menuntut ilmu didalam hati mereka.
  7. Tidak diperbolehkan memulai salam kepada orang kafir. "Jika ahli kitab memberi salam kepadamu maka jawablah dengan wa'alaikum" [HR Muttafaq 'Alaih].

Terkadang, terutama saat mengunjungi kerabat atau sahabat dekat, seorang muslim memasuki rumah tersebut sebelumnya diizinkan padahal perbuatan seperti itu merupakan perbuatan dosa yang dapat membaca muddrat yang sangat berbahaya. 

"Wahai orang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelumnya meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat."[QS an-Nur: 27]

Bagi orang yang meminta izin, hendaklah berdiri disisi kanan atau kiri pintu. Dilarang berdiri tepat didepan pintu.

"Dan mika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, "Kembalilah!" Maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dań Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." [QS an-Nur: 28]

"Sekiranya ada seseorang yang mengintip rumahmu tanpa izin, lalu engkau melemparnya dengan batu hingga tercungkil matanya maka tiada dosa atasmu." [HR Bukhari dan Muslim].

Adab saat berkendara:

  1. Berdoa ketika naik kendaraan.
  2. Bertakbir dan bertasbih selama perjalanan.
  3. Membaca basmalah ketika kendaraan tergelincir.
  4. Membebani kendaraan sesuai dengan daya angkut.

"Berbaktilah kepada ibumu. Demi Allah, jika engkau melembutkan kata-kata untuknya, memberinya makan, niscaya engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar." [HR Bukhari]

"Wahai Rasulullah, apakah masih tersisa sesuatu sebagai baktiku kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat?". "Ya. Engkau mendoakan keduanya, memohonkan ampunan untuk keduanya, menunaikan janji keduanya, memuliakan teman keduanya, dan silahturrahim yang tidak tersambung kecuali dengan keduanya." [HR Hakim]

"Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan hendaklah ia menyambung silahturrahim." [HR Ahmad]

"Barang siapa yang berbakti pada orang tuanya, sesungguhnya Allah menerima amalnya".

Makna hakiki dari sebuah kesuksesan terletak pada proses yang dijalani, bukan pada apa yang diraih. Orang-orang sukses pada umumnya adalah orang-orang yang mau mengambil risiko dan berani menghadapi kegagalan. Butuh rasa cinta untuk totalitas mencintai kesabaran. Sabar dengan apa yang sedang kita perjuangkan, syukur dengan apa pun yang telah kita dapatkan. 

Bagi seorang mukmin, kehidupan akan selalu mendatangkan keberuntungan sebab ia bersyukur ketika memperoleh nikmat dan bersabar ketika menghadapi kesulitan. Sebaliknya, orang yang tidak beriman selalu tidak beruntung sebab ketika memperoleh nikmat, ia lupa diri dan ketika menghadapi kesulitan yang berat, ia lupa ingatan.

Sabar salah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi cobaan dan rintangan, dalam jangka waktu tertentu, dalam rangka mencapai tujuan. Islam mengajarkan bersabar itu indah. 

Pertama, tahan ketika menghadapi hantaman pertama.

Kedua, segera mengingat Allah dan memohon ampunannya saat ditimpa musibah.

Ketiga, tidak menampakkan musibahnya kepada orang lain. Saat istri Abu Thalhah (Ummu Sulaim) ditinggal mati anaknya. Ia jaga betul agar suaminya tidak terkejut dan sangat bersedih. Setelah pelayanan yang ia breikan kepada suaminya tuntas, barulah ia mengabarkan tentang anaknya yang telah tiada. 

Keempat, sabar menghadapi semua cobaan dengan ikhlas kepada Allah SWT. "Hamba-ku yang mukmin, yang bersabar dengan pasrah kepada-Ku ketika kekasihnya Aku panggil kembali (mati), kepadanya tak ada balasan yang layak dari Ku selain surga." [HR Bukhari]

"Dan orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi ata terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik) [QS ar-Ra'd: 22].

Ikhlas adalah kata kunci agar kita pandai mengontrol emosi. Salah satunya adalah dengan ikhlas menerima semuanya atas segala sesuatu yang kita terima, baik ataupun buruk. 

Emosi dirancang Allah untuk menuntun kita pada tujuan hidup, yaitu kebahagiaan. Melalui emosi, kita bisa mengetahui apakah kita masih berada di zona nafsu (yang diliputi berbagai emosi negatif seperti marah, takut, dan cemas) atau sudah berada di zona ikhlas (diliputi rasa nyaman, tenang, damai) sehingga kita bisa menemukan kebahagiaan sejati. Berbagai masalah timbul karena kita bertindak si saat hati masih dikuasai naftu. 

Mengendalikan emosi bukan berarti mengekangnya melainkan justru melepaskannya. Namu yang dilepaskan adalah nafsu. Agar terbebas dari emosi negatif, kita tidak boleh lari dari perasaan. Sebaliknya, kita harus mau menerima dan menghadapinya dengan ikhlas. Kondisi ikhlas hanya dapat dirasakan ketika otak (pikiran) dan hati (perasaan) berjalan selaras. 

Berdasarkan studi, frekuensi otak dan hati bisa bertemu pada gelombang alfa (bawah sadar) atau ketika tubuh dalam kondisi rileks, seperti saat bermeditasi atak berdzikir. 

Beberapa hal dibawah ini dapat dilakukan untuk melatih emosi kita.

  1. Mengenali emosi diri
  2. Melepaskan emosi negatif
  3. Mengelola emosi sendiri
  4. Memotivasi diri sendiri
  5. Mengenali emosi orang lain: berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti (empati).
  6. Mengelola emosi orang lain.
  7. Memotivasi orang lain.

Empati adalah kemampuan orang untuk mengenali, mempersepsi, dan merasakan perasaan orang lain. Seseorang yang berempati akan mampu mengetahui pikiran orang lain. Empati sering dianggap sebagai resonansi perasaan. 

Simaklah dua kisah berikut!

Suatu ketika para sahabat berada di Masjid Nabawi terusik oleh seorang Arab Badui yang tiba-tiba kencing didalam masjid yang saat itu masih berlantai tanah. Rasulullah menyikapinya dengan penuh empati dan kelembutan. 

Beliau memerintahkan para sahabatnya untuk bersabar dan membiarkan Arab Badui menyelesaikan hajatnya, kemudian beliau meminta para sahabatnya menyiram bekas kencingnya agar merembes ke tanah dan hilang najisnya. 

Setelah situasi reda dan dapat diatasi, Rasulullah segera memanggil mereka semua. Beliau memberikan bimbingan kepada para sahabat tentang sikap empati yang akan membawa hikmah yaitu dengan memaklumi ketidak-tahuan Arab Badui dan bersikap sabar akan dapat menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru. 

Akhirnya para sahabat mengerti bahwa sikap empati dapat membuahkan solusi masalah. Menyiram dan membersihkan kencing sang Arab Badui secara tidak langsung memberikan pelajaran kepadanya bahwa perbuatannya tidak benar karena telah mengotori tempat suci. Selain itu, bersabar menanti sampai ia menyelesaikan hajatnya akan menghindari tiga mudharat: gusarnya si Badui yang merasa terusik hajatnya, menyakiti saluran kencing sang Badui yang terganggu kelancarannya, dan meluasnya area najis akibat kepanikan sang Badui dalam menuntaskan hajatnya. 

Rasulullah juga memberi tahu sang Badui secara halus bahwa perbuatannya tidak benar karena telah kencing tidak pada tempatnya. Sang Badui sangat terpesona. Namun ia masih merasa kecewa dengan sikap berang para schabat seraya berdoa, "Ya Allah, masukkanlah aku dan Muhammad ke dalam surga dan janganlah Engkau masukkan kedalamnya seorang pun selain kami."

Mendengar itu, Rasulullah menyikapinya dengan penuh empati tanpa membodohkan sang Badui, "Wahai kamu, ketahuilah bahwa surga itu sangat luas dan jika kita berda saja yang masuk, niscaya akan kesepian."

Dalam kisah lain diceritakan, Rasulullah juga bersikap empati kepada seorang laki-laki yang mendatanginya dengan langkah tergesa-gesa. Rasulullah menyambutnya dengan penuh santon.

"Celakalah kami, wahai Rasulullah. Aku telah melakukan hubungan suami-istri di siang Ramadhan." Tampaknya lelaki ini sadar bahwa perbuatannya melanggar syariah sehingga ia harus menerima sanksi. Kemudian Rasulullah memberi petunjuk agar lelaki tersebut memerdekakan seorang budak. Dengan bersedih lelaki itu menyampaikan ketidaksanggupannya.

Rasulullah pun menawarkan alternatif Kedua, yaitu puasa selama dua bulan berturut-turut. Lagi-lagi lelaki tersebut menggeleng. "Jangankan dua bulan, sedang yang satu bulan saja sudah dilanggar."

Selanjutnya Rasulullah menawarkan solusi ketiga, yaitu memberi makan 60 orang fakir miskin. Untuk ketiga kalinya ia mengatakan tidak sanggup. Ia katakan bahwa untuk kebutuhan makan sehari-hari saja sudah mendapati kesulitan, apalagi harus memberi makan orang lain.

Dengan penuh kasih sayang Rasulullah pun memanggil istrinya agar mengambilkan bahan makanan yang masih tersisa di rumahnya hingga cukup untuk menebus kewajiban lelaki tersebut. Rasulullah berpesan agar bahan makanan itu dibagikannya kepada fakir miskin di kampungnya. Dengan sedikit menahan malu, leżaki tersebut berkata polos: "Dikampung kami, orang yang paling miskin adalah saya sendiri."

Kepolosan lelaki itu ternyata membawa berkah tersendiri. Rasulullah menyampaikan agar bahan makanan itu diterima dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan anak istrinya. 

"Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetanie berkasih sayang sesama mereka..." [QS al-Fath: 29].

Kepedulian merupakan salah satu bentuk dari Hukum Kekekalan Energi. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa energi yang kita berikan tidak akan hilang, ia hanya berubah bentuk. Sama halnya dengan kepedulian yang kita berikan kepada orang lain, tidak akan hilang dan akan kembali lagi kepada pemberinya. 

Kepedulian juga erat kaitannya dengan hukum kebab akibat yang bermakna bahwa apa yang kita dapat sekarang adalah hasil dari apa yang diperbuat sebelumnya, atau apa yang kita dapat sebagai akibat dari yang kita perbuat. Jika kita bahagia sekarang itu karena dulu kita peduli. 

"...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya." [QS al-Maidah: 2].

HSP (Highly Sensitive Person) adalah kondisi dimana seseorang memiliki kepekaan yang tinggi, biasanya ditandai dengan sering berhenti sejenak dan memeriksa dan tidak terburu-buru jika masuk ke dalam situasi yang baru atau berbeda. Mereka lebih sering membutuhkan waktu untuk meelach dan beradaptasi dibandingkan orang yang tidak sensitif. 

Berikut ciri-ciri orang yang memiliki kepribadian sangat sensitif:

  1. Selalu membutuhkan waktu untuk sendiri
  2. Sangat teliti kadang-kadang sampai pada titik perfeksionis
  3. Memiliki kesadaran tinggi pada kondisi lingkungan di sekitarnya
  4. Dapat menjadi sangat emosi dan butuh 'pergi' untuk mencari ketenangan dan kenyamanan
  5. Sering merasa terdorong untuk mengatur banyak hal termasuk pikiran
  6. Sangat mengapresiasi dan menikmati hal yang sederhana dan bisa dengan mudah emosi ketika melihat kekacauan atau sedang stress
  7. Tidak merasa nyaman ketika banyak hal yang tidak bisa dikendalikan
  8. Memiliki mimpi yang indah dan kehidupan spiritual yang dalam tentang kehidupan
  9. Memiliki intuisi tinggi dan bisa menebak jika seseorang berbohong atau ketika melihat sesuatu yang tidak benar
  10. Bisa dengan mudah terbawa perasaan dan merasa khawatir. Atau mungkin sering mendengar orang lain berkata, "Kamu mudah tersentuh ya" atau "Jangan terlalu dibawa perasaan"
  11. Sulit tidur
  12. Kemungkinan memiliki peraşadan yang sensitif dalam memandang rasa sakit
  13. Tidak suka keramaian
  14. Sering menghindari tontonan yang berisi kekerasan
  15. Sangat mengapresiasi alam, musik, seni
Orang yang sangat sensitif memiliki saisi positif, yaitu memiliki imaginais tinggi, cerdas, kreatif, penuh rasa ingin tahu, dan dikenal sebagai pekerja keras. Mereka juga sangat berhati-hati dan teliti. Orang yang sensitif seperti diamanahi untuk menjadi seorang spiritualisation yang sangat intuitif, peduli, dan penuh kasih.

"Janganlah kamu meremehkan kebaikan apa pun, walaupun sekadar bertemu dengan saudaramu dengan berwajah ceria." [HR Muslim]

Syekh Ahmad ad-Daumi r.a berkata, "Sesungguhnya muslim yang sebenarnya itu jika berjumpa dengan saudaranya, wajahnya akan berseri-seri, senyumannya tulus, pandangannya berbinar, kata-katanya bisa membuat keceriaan. Dia merasa bahwa cintanya amatlah dalam serta persaudaraannya sangatlah kuat. Seakan-akan mereka adalah ranting-ranting cabbing dari pohon yang satu. Mereka tak ubahnya satu jiwa dalam banyak tubuh. Inilah hakikat kehidupan dan rasa persaudaraan yang benar."

Urwah bin Zubair ra. berkata, "Hendaklah kamu memiliki wajah yang selalu serseri-seri dan tutur kata yang halus maka kau akan dicintai manusia serta kamu termasuk orang yang telah menjadi pen derma bagi mereka."

Tips agar kita menjadi muslimah jelita karena selalu berwajah ceria:

  1. Pilihlah untuk bergembira dimanapun kita berda: Galilah sisi positif dari setiap jengkal peristiwa dalam hidup kita! Jaka kita mau mengalahkan ego kita, kita pasti bisa menemukan keceriaan dan kegembiraan
  2. Lakukan apa yang kita suka setiap hari: Kita pasti pernah tersenyum dan tertawa. Temukan itu kembali dan lakukan tanpa mengganggu produktivitas kita. Apa yang kita cari bukan pelarian, melainkan esensi
  3. Aktif meminta masukan kepada orang-orang bijak terdekat
  4. Hindari hal-hal negatif: pembicaraan negatif terlebih gosi, orang negatif, bakan alat kantor negatif. Negatif dan positif adalah dua hal yang paling mudah medullar
Kesuksesan dalam pekerjaan atau aktivitas lain biasanya dikaitkan dengan pola hidup kerja keras. Namun, hal itu tidak akan terlaksana apabila tidak ditunjang dengan kepribadian yang baik. Jadi, Jangan pernah berharap meraih kesuksesan sebelum memilikinya.

Berikut pribadi yang mewakili hidup sukses: ketulusan, rendah hati, kesetiaan, berpikir positif, keceriaan, bertanggung jawab, percaya diri, kebesaran jiwa, easy going, empati.

Ancaman Allah SWT terhadap orang yang memutuskan keluarga sangat serius. Dalam QS Muhammad: 22-23, Allah SWT memvonisnya sebagai orang yang terkutuk, dengan telinga ditulikan dan penglihatannya dibutakan. Artinya, nasihat-nasihat baik tidak akan bisa masuk telinga dan merasuk hatinya. Ia juga kesulitan melihat kebenaran walaupun kebenaran itu nyata di depan mata. 

"Tidak masuk surga orang yang memutus silahturrahim keluarga." [HR Bukhari dan Muslim]

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menyambung keluarga (silahturrahim)." [HR Bukhari]

"Sesungguhnya rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga." [HR Bukhari].

Salah satu ciri manusia sehat adalah mampu menjaga rahasianya, baik perkataan maupun tingkah laku. Rasulullah SAW menekankan agar suami-istri menjaga kehormatan dań kepribadian sesama, beliau bersabda, "Tidak diperbolehkan membicarakan problema keluarga kepada orang lain."

Ada kecaman keras dari Rasulullah terhadap perilaku suka menyebarkan aib. Beliau bersabda, "Wahai orang-orang yang baru beriman dengan lisannya dan belum beriman dengan hatinya, janganlah kalian menggunjing orang-orang muslim dan jangan pula menyelidiki air mereka. Barang siapa yang suka menyelidiki aib mereka, Allah akan menyelidiki aibnya, dan jika sudah seperti itu, Allah akan membeberkan aibnya sampai di rumahnya sendiri." [HR Abu Dawud]

Aib terbagi menjadi dua kategori:

  • Aib khalqiah: aib yang sifatnya kodrati (bukan maksiat) misalnya ketidaknormalan yang membuat malu (Lema syahwat, impotensi, ketidaksuburan). Aib seperti ini adalah aurat yang harus dijaga. Menghinanya berarti menghina Penciptanya. Contoh lainnya adalah masalah keluarga dan utang.
  • Aib berupa maksiat: terbagi menjadi (1) maksiat yang hanya merusak hubungannya pribadi dengan Allah SWT (minum khamar, berzina, dll) dan (2) maksiat yang merugikan orang lain (mercuri, korupsi, dll). 
  • Jika kita memergoki saudara kita melakukan maksiat jenis pertama, hendaknya kita tidak menyebarluaskannya. Imam syafi'i berkata, "Barangsiapa yang menasihati saudaranya dengan tetap menjaga kerahasiaannya berarti dia benar-benar menasihatinya dan memperbaikinya. Sedang yang menasihati tanpa menjaga kerahasiaan, berarti telah mengekspos aibnya dan mengkhianatinya. Ini jika kita memergoki. Adapun jika baru melihat gelagatnya atau hanya mendengar gosip, kita dilarang menyelidiki maksiat jenis ini. "...Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus)..." [QS al-Hujurat: 12]. Tajassus adalah sengaja menyelidiki sesama muslim tentang perbuatan maksiat yang dilakukannya atau mencari-cari aibnya.

"Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum diantara mamusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat." [QS an-Nisa: 58]

Rasulullah SAW dalam salah satu sabdanya mengingatkan agar janganlah seorang hakim memutuskan perkara dalam keadaan marah. Emosi yang tidak stabil biasanya membuat seseorang tidak adil dalam membuat keputusan. Hendaknya sebelum memutuskan memperluas pandangan terlebih dahulu dan melihat persoalannya secara obyektif, dapat dilakukan dengan mengumpulkan data dan fakta.

Memberikan sebagian rezeki kepada orang yang kurang beruntung, membantu membayarkan utang orang lain, mengajarkan ilmu dan keterampilan secara bertahap dan berkelanjutan, membantu orang lain untuk mandiri secara ekonomi, menyediakan waktu untuk mendengarkan keluhan orang lain, memberikan nasihat atau solusi yang tepat, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit, tidak menjadi beban orang lain, mendoakan saudara seiman, bahkan hanya sekadar memberikan senyuman tulus dapat menyebarkan rasa bahagia kepada orang lain sekaligus memasukkan rasa bahagia kepada diri sendiri. Makin banyak memberi, makin banyak kita mendapatkan kebahagiaan.

Penghormatan terhadap tamu dapat dilakukan dengan menunjukkan wajah ceria dan semringah, bertutur kata dengan lemah lembut dan menyenangkan, menyediakan jamuan makan-minum dengan sebaik-baiknya (tidak bermaksud untuk bermegah-megah dan berbangga-bangga melainkan mencontoh Rasulullah), mendahulukan tamu yang lebih tua dari pada tamu yang lebih muda, tidak mengangkat makanan yang dihidangkan sebelum tamu selesai menikmatinya, tidak tidur sebelum mereka tidur, serta hangat dan menunjukkan rasa persahabatan (Bermuka manis saat menyambut kedatangan dan merasa kehilangan saat mereka pamit pulang). 

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, muliakan tamunya." [HR Muslim]

"Penyambutan terbaik diberikan sehari semalam, sedangkan waktu penyambutan (penjamuan) adalah tiga hari. Penyambutan diluar itu adalah shadaqah." [HR Bukhari dari Abi Syuraih]

"...tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya." Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, bagaimana menyakitinya?". Rasulullah SAW berkata, "Sang tamu tinggal bersaxanya, sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya."

Satu kali, seorang tamu yang belum beriman satang kepada Nabi SAW. Beliau mebawakan susu kambing sebagai suguhan. Suguhan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhannya dan Tanya ketika orang ini sudah menolak untuk minum susu lebih banyak lagi, barulah Nabi SAW berkata dań memberi tahu kepada orang tersebut tentang kedudukan apa yang akan diperolehnya dengan masuk ke dalam islam. 

Dalam tradisi islam, penghormatan juga dilakukan dengan mengunjungi (al-ziyarah), memberikan kenang-kenangan dan memenuhi apa yang menjadi keperluannya.

Penyerupaan wanita terhadap laki-laki bukan hanya dałam hal berpakaian saja. Beberapa perilaku yang sebaiknya dihindari diantaranya:

  1. Banyak keluar rumah tanpa ada keperluan atau berjalan kaki dalam jarak yang jauh tanpa didampingi mahram, melepaskan diri dari pengawasan mahram
  2. Berdesak-desakan dengan laki-laki dan bercampur baur dengan mereka ditempat-tempat umum
  3. Berjalan dengan gagah
  4. Tidak bertutur lembut, kasar, dan keras kepada
  5. Tidak memakai perhiasan yang menampakkan sisi kewanitaan sehingga menjadi seperti laki-laki
  6. Memotong rambut terlalu pendek dan memanjangkan kuku
  7. Sedikitnya rasa malu: berbicara tentang segala hal, ngobrol dengan setiap orang, pergi ke berbagai tempat tanpa rasa malu dan akhlak. "Sesungguhnya di antara hal yang telah diketahui manusia dari ucapan para nabi yang dulu adalah: Kalau kamu tidak merasa malu maka bertindaklah semaumu".

Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru dan asli atau memecahkan masalah baru yang dihadapi. Di era yang makin marak dengan kompetisi hidup yang makin kesat, dibutuhkan pribadi-pribadi yang lebih kreatif agar tidak tergerus zaman dan tetap bisa survive.

"Seorang ibu adalah sebuah sekolah. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, sungguh engkau telah mempersiapkan sebuah generasi yang unggul." (Syair Arab)

Beberapa tip agar menjadi muslimah yang lebih kreatif:

  1. Motivasi: Sejauh mana kita menginginkan hal-hal baru yang dapat membaca perbaikan dałam hidup
  2. Rileks: Ide sering muncul pada saat-saat yang tidak terduga. Namun, kita perlu menyatakan apa yang kita cari, katakan berulang-ulang sampai meresap ke dalam pikiran bawah sadar, baru kemudian rileks.
  3. Berani mengambil risiko
  4. Fokus pada peluang
  5. Berani keluar dari kebiasaan
  6. Melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang
  7. Belajar dari kesalahan
  8. Memperbaiki apa yang sudah ada
  9. Jangan terpaku pada ide lama.

Memasak dapat menjadi media untuk memikirkan dan mensyukuri semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Berkut hikmah-hikmah yang bisa kita gali dari aktivitas memasak.

  1. Saat masakan telah matang hadirkanlah dalam benak kita betapa Allah telah menganugqerahkan nikmat untuk menyelesaikan pekerjaan
  2. Saat memasak, bersyukurlah karena diluar sana masih banyak dapur-dapur yang tidak mengepul. Jika memungkinkan, kita bisa menyisakan sedikit dari jatah makan kita sebagai bentuk kepedulian kita terhadap mereka
  3. Ketika mencium aroma sedap masakan kita, ingatlah tetangga yang bisa jadi ikut menciumnya. Akan lebih baik jika kita menghadiahkan sebagian masakan tersebut kepada mereka, khususnya untuk masakan-masakan spesial yang kita masak.
  4. Bagi yang sudah memiliki Anak, mulailah untuk membiasakan mereka ikut serta membantu kita memasak untuk menumbuhkan empati terhadap beban yang kita pikul.

"Barang siapa yang diwaktu sorenya merasakan kelelahan karena berkerja, berkarya dengan tangannya sendiri maka di waktu sore itu pulalah ia terampuni dosanya." [HR Thabrani dan Baihaqi]

Beberapa tip dan hal-hal yang tak boleh diabaikan:

  1. Niatkan membantu keluarga: menentukan niat adalah awal yang akan sangat menentukkan perjalanan selanjutnya. Jika sejak awal hanya berniat demi ambisi kesuksesan pribadi atau mengumpulkan kekayaan, bisa jadi akan mengorbankan banyak kepentingan keluarganya jika dirasa akan menghalangi langkahnya. Jelas ini tidak diperbolehkan dalam islam. 
  2. Pekerjaan yang aman: pekerjaan yang tidak harus menguras keletihan fisik akan jauh lebih baik karena keluarga masih menunggu sumbangan tenaga dan pikiran kita di luar urusan kerja. Hal Ini tidak akan sukses jika secara fisik kita sudah kelelahan.
  3. Selesaikan urusan rumah sebelumnya menangani yang lain, Jika berencana menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang lebih lama, persiapkan segala sesuatu di rumah seberes muntkin. Semua itu perlu dilakukan agar keluarga tidak terlantar.
  4. Dukungan anggota keluarga: Bagi muslimah yang sudah berkeluarga, ridha suami adalah di atas keutamaan yang lain. 
Mari sejenak kita tengok sosik Julia yang sangat menginspirasi: Khadijah binti Khuwalid, Ummul Mukminin. Beliau merupakan sosok wanita pengusaha sukses yang bisa menjalankan prensip-prinsip bisnisnya dengan baik: bagaimana memanfaatkan modal, memilih mitra kerja, merekrut karyawan dan memikirkan strategi pemasaran untuk usahanya. Prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh diantaranya: (1). Keyakinan dan keinginan untuk menjadi pengusaha; (2). Memiliki skill dan bidang usaha yang akan ditekuni; (3). Memiliki pemodalan untuk membangun usaha; (4). Pangsa pasar.

Sudah saatnya kita menjadi seorang pemain. Jangan hanya menjadi penonton yang terpesona pada kesuksesan orang lain. Jadilah seorang pemain yang suatu saat nanti merayakan kemenangan kita sendiri. Jangan hanya memilih untuk menjadi penonton yang borsukacita karena GOL, tetapi jadilah pemain yang berteriak kegirangan karena berhasil mencetak GOL. 

Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjuangan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang harus diperjuangkan. Jadi, hari-hari dalam hidupnya akan dijalani dengan berjuang. Sedangkan orang yang meyakini bahwa hidup adalah tantangan, akan melihat bahwa hidup yang dijalaninya adalah tantangan yang harus ditaklukkan. Ia akan menjalani kehidupannya dengan "memecahkan tantangan". Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjalanan, akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang harus dicapai tujuannya. Oleh karena itu, ia akan menjalani kehidupannya dengan "berjalan" diatasnya.

Memelihara hewan mengajarkan kita untuk bertanggung jawab (merawat, memberi makan, membersihkan kotoran). Dan jika telah memiliki Anak, memelihara heban dapat mengajarkan banyak hal, termasuk mengajarkan anak untuk berempati terhadap ciptaan Allah SWT.

Dalam memelihara hewan perlu memerhatikan situasi dan kondisi terlebih dahulu. Apakah kita memiliki ruang yang cukup, apakah ada anggota keluarga yang memiliki alergi terhadap hewan tertentu, apakah kita mempunyai biaya yang cukup untuk merawat hewan peliharaan tersebut.

Sebagian orang memelihara hewan untuk diternakkan, seperti ayam untuk diambil telur dan dagingnya, kambing untuk diambil daging dan susunya, ikan untuk diambil dagingnya, dll. Saat memelihara hewan ternak ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 

(1). Letak kandang harus jauh dari tempat tinggal manusia agar tidak mengganggu kenyamanan dan tidak menyebarkan bibit penyakit; (2). Membersihkan kandang dari kotoran secara teratur; (3). Memeriksa kesehatan hewan ternak secara teratur.

"Tidak ada seorang muslim pun yang menanam tanaman atau menaburkan benih, kemudian dimakan oleh burung atau manusia, melainkan dia itu baginya merupakan shadaqah." [HR Bukhari dan Muslim]

"Barang siapa menanam sebuah pohon kemudian dengan tekun memeliharanya dan mengurusinya hingga berbuah maka sesungguhnya baginya pada tiap-tiap sesuatu yang dimakan dari buahnya merupakan shadaqah di sisi Allah." [HR Ahmad]

Seperti halnya menata rumah, ada beberapa teknik dasar dalam berkebun yang perlu diketahui sebagai pemula: (1). Pemilihan jenis tanaman yang tepat sesuai kondisi tempat tanam; (2). Perkirakan tempat tanıman yang menunjang pertumbuhan yang baik (sinar matahari cukup, dll); (3). Rajin memindah bila diperlukan (jika tanaman tumbuh dan memerlukan ruang yang lebih besar, perpindahan musim yang menyebabkan perpindahan posisi matahari, dll); (4). Perhatikan pertumbuhan akar (usahakan kelembaban media tanam cukup tapi tidak berlebih, hindari media tanam yang terlalu padat, dll); (5). Perawatan ekstra (pemupukan, pemangkasan, penataan kembali). Semua harus dilakukan dengan rasa sayang dan cinta karena tanaman pun sebenarnya dapat "merasakan" jika kita mencintainya.

Islam mengajarkan kita untuk menjaga dań memelihara lingkungan kita. Sesuai dengan pepatah: Kebersihan merupakan sebagian dari iman. Untuk menjaga kebersihan lingkungan:

  1. Dimulai dari yang kecil, dimulai dari diri sendiri, dimulai dari sekarang
  2. Perbanyak tempat sampan di sekitar lingkungan kita
  3. Pekerjakan petugas kebersihan lingkungan dengan memberi imbalan sesuai setiap bulannya
  4. Pelajari teknologi pembuatan kompos dari sampah organik
  5. Kreatif dengan membuat souvenir atau kerajinan tangan dengan memanfaatkan sampah
  6. Atur jadwal kerja bakti membersihkan lingkungan dengan orang-orang di sekitar kita

"Barang siapa menolak (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah SWT akan menolak menghindarkan api neraka dari wajahnya." [HR Ahmad]

Ghibah adalah penyakit yang memakan kebaikan, mendatangkan keburukan, dan membuang waktu sia-sia. Umumnya penyakit ini muncul karena kehidupan semakin mudah dan banyaknya waktu luang. 

"Jika yang engkau gunjingkan benar adanya pada orang tersebut maka engkau telah melakukan ghibah, dan jika yang engkau sebut tidak ada pada orang yang engkau sebut maka engkau telah melakukan rusta (fitnah) atasnya." [HR Muslim]

Ghibah tidak terbatas dengan lisan saja, tetapi juga bisa terjadi dengan tulisan atau isyarat seperti kedipan mata, gerakan tangan, cibiran bibir, bahkan dengan tulisan. Sebab, intinya adalah memberitahukan kekurangan seseorang kepada orang lain.Dengan gerakan memperagakan orang lain, seperti menirukan jalan seseorang, cara berbicaranya, dan lain-lain. Bahkan, yang demikian ini lebih parah daripada ghibah, karena di samping memberitahukan kekurangan orang, juga mengandung tujuan mengejek atau meremehkan.

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang." [QS Al-Hujurat: 12].

Salah satu bentuk kejahatan lisan adalah namimah: mengutip suatu perkataan dengan tujuan untuk mengadu domba seseorang dengan lawan bicara.

"Tidak akan masuk surga bagi al-Qattat (tukang adu domba)" [HR Bukhari]

Imam an-Nawawi berkata, "Dan setiap orang yang disampaikan kepadanya perkataan namimah, dikatakan kepadanya: "Fulan telah berkata tentangmu begini-begini atau melakukan ini dan ini terhadap mu", maka hendaklah ia melakukan enam perkara berikut.

  1. Tidak membenarkan perkataannya. Sebab tukang namimah adalah orang fasik
  2. Mencegahnya dari perbuatan tersebut dan menasihatinya
  3. Membencinya karena Allah membenci orang yang melakukan namimah
  4. Tidak memata-matai atau mencari-cari aib saudaranya setelah mendengar perkataan namimah
  5. Tidak membiarkan dirinya ikut melakukan namimah.

"Tidak akan masuk ke dalam surga seseorang yang dalam hatinya ada kesombongan barang seberat debu. Seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya ada seseorang yang menyukainya karena bajunya bagus dan terompahnya bagus." Nabi menjawab, "Sesungguhnya Allah itu indah, Dia menyukai keindahan. Kesombongan itu ialah menolak kebenaran dan memandang rendah orang lain." [HR Muslim]

"Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di Rumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri." [QS Luqman: 18]

Kesombongan yang paling buruk adalah orang yang menyombongkan diri kepada manusia dengan ilmunya, ia merasa Shebat dengan kemuliaan yang ia miliki. Orang semacam ini tidaklah bermanfaat ilmunya untuk dirinya sendiri. Sebab, barang siapa yang menuntut ilmu demi akhirat, ilmunya itu akan membuatnya rendah hati dan menumbuhkan kekhusyukan hati serta ketenangan jiwa. Ia akan terus mengawasi dirinya dan tidak bosan untuk terus memperhatikannya. Bahkan, disetiap saat ia selalu berintropeksi diri dan meluruskannya. Apabila ia lalai dari hal itu, ia pasti akan terlempar keluar dari jalan yang lurus dan binasa. Barang siapa yang menuntut ilmu untuk berbangga-banggaan dan meraih kedudukan, memandang remeh kaum muslimin yang lainnya, serta membodoh-bodohi dan merendahkan mereka, sungguh ini tergolong kesombongan yang paling besar. Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sekecil dzarrah (anak semut).

"Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung." [QS al-Isra: 37]

Beberapa tips yang diberikan Imam Ghazali agar terhindar dari kesombongan:

  1. Terhadap yang lebih muda, tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa mereka lebih baik karena dosanya lebih sedikit
  2. Terhadap yang lebih tua, berpikirlah bahwa mereka lebih baik karena amal baiknya lebih banyak
  3. Terhadap yang lebih pintar, anggaplah dia lebih mulia karena keilmuannya
  4. Terhadap yang lebih bodoh, bisa jadi dosa yang diperbuatnya itu karena ketidaktahuannya, sedangkan dosa kita justru ada dalam pengetahuan kita.
  5. Terhadap orang yang jahat/kafir, bisa jadi suatu saat mereka bertobat, lalu keimanan dan amal baik mereka melesat melebihi kita karena tobat dań keikhlasannya.

"...dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya." [QS al-Isra: 34]

Betapa banyak prang tua yang mudah mengobral janji kepada anaknya, tetapi tak pernah menunaikannya. Betapa banyak orang yang dengan entengnya berjanji untuk bertemu, tetapi tidak pernah menepatinya. Dan betapa banyak pula orang yang berutang, tetapi menyelisihi janjinya. Bahkan meminta uzur pun tidak.

"Tanda-tanda munafik ada tiga: apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat." [HR Muslim]

"Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanita-amanat dan janjinya." [QS al-Mu'minun: 8]

"Jagalah enam perkara dari kalian, niscaya aku jamin bagi kalian surga: jujurlah jika berbicara, tepatilah jika berjanji, tunaikanlah apabila kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, tundukkanlah pandangan, dan tahanlah tangan-tangan kalian (dari sesuatu yang dilarang)" [HR Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi].

"...Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh..." [QS an-Nisa: 36]

"Barang siapa beriman kepada Allah, dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." [HR Muttafaq 'Alaih]

"Wanita tersebut masuk neraka." Sabda tersebut ditujukan Rasulullah SAW kepada wanita yang konon berpuasa di siang hari dan qiyamul lail di malam hari, tetapi ia menyakiti tetangganya. 

"Hai wanita-wanita muslimah, janganlah seorang tetangga meremehkan tetangganya yang lain, kendati hanya dengan ujung kuku kambing." [HR Bukhari]

"Aku mempunyai dua tetangga maka yang manakah yang berika aku beri hadiah? Rasulullah SAW bersabda, "Kepada orang yang pintu rumahnya lebih dekat kepadamu." [HR Muttafaq 'Alaih].

Hakikat malu adalah akhlak yang mendorong seseorang untuk meninggalkan semua yang buruk, menghalanginya dari ketidaksungguhan dalam menunaikan hak kepada yang berhak.

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah bertutur bahwa malu dikategorikan menjadi:

  1. Haya' Jinayah: malu karena melanggar aturan
  2. Haya' Taqshir: malu karena kurang bersungguh-sungguh
  3. Haya' Ijlal: malu karena menghormati
  4. Haya' Karam: malu karena berkepribadian mulia
  5. Haya' Hisymah: malu karena hubungan kekerabatan
  6. Haya' Istihqorinnafs: malu karena merasa hina dan kecil dihadapan Rabb-nya
  7. Haya' Mahabbah: malu karena cinta
  8. Haya' Ubudiyyah: malu dalam rangka beribadah
  9. Haya' Syaraf wa Izzah: malu karena memiliki kemuliaan dan harta diri
  10. Haya' Minan Nafs: malu kepada diri sendiri ketika diliputi dengan keburukan dan kehinaan.
"Malu itu termasuk bagian dari iman dan iman tempatnya di surga. Perkataan atau perbuatan keji itu termasuk kebengisan dan kebengisan itu tepatnya di neraka."

"Malu itu tidak akan mendatangkan apa pun selain kebaikan." [HR Bukhari].

Wanita muslimah senantiasa dituntut untuk dapat memilih teman dan lingkungan pergaulan yang tidak akan menambah dirinya, melainkan ketakwaan dan keluhuran jiwa. 

"Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (shalihah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dań peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau membeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harmznya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap." [HR Bukhari]

Ada teman yang bisa memberikan manfaat, ada teman yang bisa memberikan kesenangan, ada teman yang bisa memberikan keutamaan. Jenis ketiga lah yang dimaksud persahabatan sejati. Namun, jenis ini pula yang sulit dicari. Orang yang diharapkan menjadi teman hendaklah memenuhi cerdas (berakal), berakhlak mulia, tidak fasik (tidak takut kepada Allah), dan tidak rakus dunia.

"Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas." [QS al-Kahfi: 28].

"Barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Allah akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya. Barang skapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya beraam-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketentraman, rahmat Allah akan menyelimuti mereka. Barang siapa amalnya lambat maka tidak akan disempurnakan oleh kemuliaan nasabnya." [HR Muslim]

Diantara sifat seseorang yang paling buruk adalah suka mencari-cari kekurangsn orang lain, merasa gembira jaka ada orang lain terlanjur melakukan sesuatu yang tidak baik, dan mengumpulkan kesalahan-kesalahan orang lain. Permusuhan dengan orang lain membuat hidup seseorang menjadi keruh, tidak tenang, serta keimanan dan keagamaannya pun terganggu.

Sebaiknya seorang muslimah (1). Bertekad untuk makin produktif dalam beramal dan berkarya serta membangun dan memberikan sebaik-baiknya kemanfaatan kepada orang lain, (2). Meninggalkan kritikan-kritikan yang tidak membran dan jangan menyibukkan diri pada kekurangan dan aib orang lain; (3). Fokuys perhatikan diri sendiri, mencari kekurangan dan aib yang ada pada diri sendiri sampai tidak ada waktu untuk memeriksa dan mencari kekurangan orang lain.

Aisyah r.a. pernah berkata, "Dan aku belum pernah melihat sama sekali wanita yang lebih baik dalam soal agama dibandingkan Zainab binti Jahsy, dan dia paling suka mengorbankan dirinya untuk pekerjaan dan dengan pekerjaannya itu ia dapat bershadaqah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT" [HR Muslim]

Muslimah harus memiliki sosok sosial, yaitu pribadi yang jujur dan kredibel, baik secara moral maupun intelektual sehingga dirinya menjadi rujukan publik. Beberapa faktor yang berpengaruh diantaranya adalah keilmuan, kondisi ekonomi, posisi politik, dan faktor genelogis (nasab).

Beberapa aturan islam bagi muslimah

  1. Tidak menggunakan parfum: "Sapa saja Perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium) baunya, maka ia itu adalah Perempuan zina/ tuna susila [HR Abu Dawud dan Turmudzi]
  2. Memakai Jilbab dan tidak menampakkan aurat: "...Hendaklah mereka (perempuan) menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." [QS al-Ahzab: 59]
  3. Memandang, bersentuhan, berkhalwat dengan pria yang bukan mahram
  4. Tidak berpergian seorang diri: "Tidak boleh bagi wanita yang Bergman kepada Allah dan hari akhir untuk berpergian menempuh perjalanan satu hari melainkan bersamanya seorang mahramnya. [HR Muttaffaq 'Alaih]
  5. Menjaga pandangan: "Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya..." [QS an-Nur: 31]
  6. Menjaga intonasi suara: "...Maka janganlah kamu (perempuan) tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara seringa bangkit naus orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik" [QS al-Ahzab: 32].

Beberapa tip menjaga ukhuwah:

  1. Saling mendoakan: "Tidaklah seorang hamba jukmin bedrog untuk saudaranya dari kejauhan, melainkan malaikat berkata, "Dan bagimu seperti itu."
  2. Saling memberi hadiah: "Saling memberi hadiahlah, niscaya kamu akan saling mencintai." [HR Bukhari]
  3. Melepas kerusakan saudaranya
  4. Menutub aib
  5. Tidak berburuk sang dan mencari kesalahan: "Jauhilah oleh kalian prasangka, sesungguhnya prasangka itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian saling mencari-cari aib dan saling memata-matai, Jangan saling berlomba demi menjatuhkan, Jangan saling dengi, Jangan saling benci, dan Jangan saling membelakcangi. Jadilah kalian waha hamba-hamba Allah, sebagai orang-orang yang besaudara. [HR Bukhari dan Muslim]
  6. Tidak mendiamkannya: "Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam. Ketika mereka berdua bertemu, yang satu berpaling dan yang satunya lagi juga berpaling. Yang terbaik diantara mereka berdua adalah yang memulai mengucapkan salam." [HR Bukhari dań Muslim]
  7. Memenuhi hak sesama muslim: menjawab salam, menghadiri undangan, memberi nasihat, mendoakan mika bersin, menjenguk jika sakit, mengantarkan jenazahnya.

"Sepeninggalku tidak ada fitnah yang lebih besar daripada manita." [HR Bukhari dan Muslim]

Untuk menyelamatkan diri dari fitnah dan tidak menjadi bagian dari fitnah beberapa hal yang sebaiknya dilakukan oleh muslimah:

  1. Hindari ghibah/gosip
  2. Menjaga pakaian
  3. Lebih banyak beraktivitas di rumah
  4. Memelihara pikiran: sibukkan pikiran dengan hal-hal berguna hing tak ada lagi tempat bagi pikiran jelek. Bunuhlah pikiran jelek sebelum ia membunuh amal kita. 
  5. Hati-hati memilih teman: "Seseorang akan mengikuti cara temannya maka berhati-hatilah memilih teman yang Anda percayai." [HR Abu Dawud]
  6. Hati-hati memilih tempat bersosialisasi: jagalah kaki kita agar tidak selangkah ke tempat-tempat yang berpotensi bisa menimbulkan maksiat. 
  7. Hati-hati ketika berselancar di dunia maya.
  8. Menikah
  9. Berpuasa: Dengan berpuasa, hati dan pikiran menjadi lebih tenang karena puasa bisa mengulrangi nafsu terhadap dunia. 
  10. Mengisi hati dengan dzikir.

"Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi). Jika ia kleur dari rumahnya, setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya)." [HR Turmudzi]

"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk"[QS al-Isra: 32]

Setiap langkah keluar rumah, bahkan di dalam rumah pun tidak dapat lepas dari bahaya zina pikiran, lamunan, dan khayalan. Kehidupan dunia yang serbagemerlap dengan rona, yang sangat menarik dahaga bagi manusia, yang haus akan kenikmatan dunia maka pikirannya, lamunannya, dan khayalannya hanya menjadi sarana pembuka syahwat yang sudah menguasainya. 

Manusia yang sudah dirusaki pikiran, lamunan, dan khayalannya pada kenikmatan dunia, ibarat orang-orang yang terus-menerus mengejar fatamorgana, yang dikira akan dapat memuaskan dahaganya, ternyata itu hanyalah khayalan. Sebab, fatamorgana itu tak pernah berubah menjadi air yang menyejukkan tenggorokan mereka.

Pada dasarnya manusia telah diciptakan secara sempurna oleh Allah SWT, hanya saja setiap sisi kehidupan manusia tidak lepas dari hata nafsu dan godaan setan. Dikumpulkannya perhiasan dunia dan apa saja yang sanggup dicapainya untuk memenuhi hawa nafsunya. Dilupakan semua yang bermanfaat baginya untuk kebahagiaan hidup dikemudian hari dan tidak dihiraukannya apa yang dianjurkan oleh Tuhannya yang akan menyampaikannya pada kebahagiaan yang kekal abadi.

"(Yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." [QS asy-Syu'ara: 88-89]

Rasanya hidup ini menjadi sempurna ketika angan, impian, dan cita-cita teraih sudah. Sempurna rasanya ketika dapat melampiaskan dorongan hawa nafsu sepenuh jiwa. Namun, itulah manusia, yang cepat sekali lupa dari mana nikmat-nikmatnya itu dia peroleh, tak menyadari bahwa ujian kesenangan hati sedang diberikan.

Zakat bersifat wajib dan ada ketentuannya/batasan jumlah harta yang harus dizakati dan siapa yang boleh menerima (mustahik: 8 asnaf). 

"Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka..." [QS. At-Taubah: 103]

Infaq adalah sumbangan sukarela kepada siapapun, misalnya kepada kedua orang tua, anak yatim, dan sebagainya [QS al Baqarah: 215]

"Ada malaikat yang senantiasa berdoa setiap pagi dan sore, 'Ya Allah, berilah orang yang berinfaq, gantinya dan jadikanlah orang yang menahan info, kehancuran.'" [HR Bukhari].

Shadaqah tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja, tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan Ikhlas untuk menyenangkan orang lain termasuk kedalamnya. Menyingkirkan rintangan dijalan, menuntun orang buta, memberikan senyuman dan wajah manis kepada saudaranya juga termasuk shadaqah.

Bagi orang miskin, setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap amar makruf adalah shadaqah, nahi mungkar adalah shadaqah, dan menyalurkan syahwat kepada istri juga shadaqah (HR Muslim).

Shadaqah yang paling besar pahalanya adalah pada waktu sehat, takut miskin, dan sedang berangan-angan menjadi orang yang kaya (HR Bukhari Muslim).

Kepribadian seseorang tidak ada hubungannya dengan penampilan fisik, seperti kecantikan atau busana yang dikenakan. Manusia dibedakan dari manusia lainnya melalui akal dan tingkah lakunya. Inilah yang akan menunjukkan tinggi rendahnya derajat seseorang. Dengan awalnya, seseorang dapat memiliki pemikiran tertentu mengenai kehidupan dan tingkah lakunya akan terikat dengan pemikiran tersebut. Dengan demikian, pemikiran mengenai kehidupan dan kecenderungan/keinginan yang dimiliki oleh seseorang merupakan penyangga bagi kepribadiannya.

Islam memerintahkan agar setiap muslim memiliki Pribadi yang tangguh, yang tercermin dari aqidahnya yang kuat, tinggi tingkat pemikirannya, dan taat mengamalkan ajaran-ajaran islam. 

Adapun dikatakan bahwa kepribadian tidak ada kaitannya dengan penampilan fisik, bukan berarti Islam mengabaikannya. Sebab, Islam memerintahkan umatnya untuk menjaga kebersihan dan keindahan, seperti sabda Rasulullah SAW., "Jika kalian mengunjungi saudaramu maka perbaikilah kendaraanmu dan peryndahlah pakaianmu sehingga seolah kalian bagaikan tahi lalat (kesin keindahan yang mudah dikenali) di antara manusia. Sesungguhnya Allah menyukai hal-hal yang buruk." (HR Abu Dawud)

Jadilah muslimah dengan kepribadian Rabbani dan pantang berbuat hina! Semoga Allah SWT senantiasa menaungi langkah kita untuk tetap dań terus berpijak dijalan-Nya. Aamiin.

Orang-orang yang memiliki ambisi keduniaan secara berlebihan ternyata tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, bahkan ia mengalami kerugian di dunia dan akhirat yang terangkum dalam empat akibat.

  1. Menjadi fakir: berapapun nikmat yang diperoleh, orang yang memiliki hasrat dunia tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah diperolehnya itu. Hal ini memicu seseorang untuk mengambil hak orang lain.
  2. Urusan menjadi kacau: Saat seseorang menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisi keduniaannya, segala urusan yang hendak dikerjakannya dipastikan akan menjadi kacau, ibarat sebuah bangunan yang sudah porak poranda.
  3. Menghilangkan kekuatan: dalam konteks organisasi, ambisi keduniaan terbukti telah membuat kekuatan organisatie menjadi hilang, terjadi konflik yang tajam antara orang-orang yang idealis dengan nilai-nilai kebenaran yang diperjuangkan dan orang-orang yang pragmatis karena sekadar mencapai kenikmatan sesaat.
  4. Mendapatkan harta hanya sedikit: keinginan mendapatkan jabatan yang lebih tinggi atau bertahan pada kedudukan yang sekarang serta ingin mendapatkan harta lebih banyak ternyata pupus akibat ambisi duniawi yang seringkali menyebabkan seseorang melanggar hukum. Tak jarang harta yang diperolehnya harus dipergunakan untuk memperbaiki kondisi buruk yang diterima setelahnya. 
Rasulullah mengatakan bahwa tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah (HR Ahmad dan al-Bazzar). Ada empat hal, jika keempat-empatnya terdapat pada diri seseorang, berartı dia benar-benar murni seorang munafik, sedangkan orang yang menyimpan salah satunya, berarti terdapat pada dirinya salah satu tanda orang munafik, sampai ia meninggalkannya. Jika diberi maanah ia berkhianat, jika bicara ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika bermusuhan ia keji (HR Bukhari dan Muslim).

Dari pengamatan sejarah, terdapat beberapa perempuan yang mempunyai peran penting pada masa Nabi Muhammad SAW. Mereka berkiprah dalam wilayah-wilayah ilmu, ekonomi, hukum, perawi hadith, medis, dan lain-lain. Diantara perawi habits perempuan generasi petram adalah Hafsa, Ummu Habiba, Maimuna, Ummu Salama dan Aisyah. Aisyah memiliki salah seorang murid bernama Amra bin Abd al-Rahman yang kemudian salah satu muridnya bernama Abu Bakr bin Hazm, yang terkenal sebagai hakim di Madinah pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Nikmat tak hanya anugerah, tetapi juga bisa menjadi ujian. Beberapa manusia tidak sabar dalam menghadapi ujian dan tidak pandai bersyukur saat diberi nikmat. Saat berada dalam kondisi berkecukupan, banyak yang jatuh dalam dosa atau kemaksiatan kepada Allah, Sang Pemberi Nikmat (Al-Mun'im)

Nikmat adalah amanah yang akan dimintai pertanggung jawabannya. Sebagaimana firman Allah SWT, "Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)." (QS at-Takasur: 8)

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan bergeser kaki anak Adam (manusia) dari sisi Rabbnya di hari Kiamat hingga ditanya tentang lima hal. Tentang umurnya untuk apa ia gunakan, tentang masa mudanya pada apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan pada apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari ilmunya?" (HR Turmudzi)

Ada dua kenikmatan yang membuat banyak orang terpedaya, yakni nikmat sehat dan waktu senggang (artinya, saat-saat sehat dan waktu senggang/luang orang sering menggunakannya untuk melakukan perbuatan yang sia-sia dan terlarang). (HR Bukhari)

Mariah kita bertaubat kepada Allah SWT dengan taubatan nashuha (yang tulus). 

"(Mereka berdoa), Ya Tuhan Kami, lenyapkanlah azab itu dari kami. Sungguh, kami akan beriman." (QS ad-Dukhan: 12).

Ketika orang sudah memiliki gelar yang mentereng, berilmu tinggi, memiliki harta yang Mulia, tidak sedikit dari mereka kehilangan sıfat rendah hati atau tawadhunya. Tawadhu adalah ridha jika dianggap mempunyai kedudukan lebih rendah dari pada yang sepantasnya. Ibnu Hajar berkata, "Tawadhu adalah menampakkan diri lebih rendah kepada orang yang ingin mengagungkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa Tawadhu adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya."

Beberapa keutamaan sifat tawadhu:

  1. Mendapatkan kemuliaan dunia dan akhirat: Allah meninggikan derajat orang Tawadhu di dunia dan akhirat. Rasulullah bersabda, "Shadaqah tidak mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan makin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sıfat tawadhu (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya." (HR Muslim)
  2. Sebab disayangi, dicintai ditengah-tengah manusia: semua orang akan makin menyayangi seseorang yang rendah hati dan tidak menyombongnkan diri.
Al-Hasan al-Bashri berkata, "Tahukah kalian apa itu Tawadhu? artinya engkau keluar dari kediamanmu lantas bertemu seseorang. Kemudian engkau merasa bahwa ia lebih Mulia darimu."

Imam Syafi'i berkata, "Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah menampakkan kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah menampakkan kemuliaannya."

Sufyan bin Uyainah berkata, "Siapa yang maksiatnya karena syahwat maka tobat akan membebaskan dirinya. Buktinya, Nabi Adam a.s. bermaksiat karena nafsu syahwatnya, lalu ia beristigfar (memohon ampun pada Allah), Allah pun akhirnya mengampuninya. Namun, jika siapa yang maksiatnya karena sifat sombong (lawan dari tawadhu) khawatirlah karena laknat Allah akan menimpanya. Ingatlah bahwa iblis itu bermaksiat karena sombong (takabbur), lantas Allah pun melaknatnya."

Yahya bin Ma'in berkata, "Aku tidaklah pernah melihat orang semisal Imam Ahmad! Aku telah bersahabat dengan beliau selama 50 tahun, tetapi beliau sama sekali tidak pernah menyombongkan diri terhadap kebaikan yang ia miliki."

Ziyad an-Numari berkata, "Orang yang zuhud, tetapi tidak memiliki sıfat tawadhu adalah seperti pohon yang tidak berbuah."

Ya Allah, muliakan kami dengan silat tawadhu dan jauhkanlah kami dari sifat sombong. Ya Allah tunjukilah padaku akhlak yang baik. Tidak ada yang dapat menunjuki pada Naiknya akhlak tersebut, kecuali Engkau. (HR Muslim).

Sebuah pernikahan visioner tak hanya membahas tentang masalah pranikah, namun juga pasca menikah. Setelah menikah mau mandiri atau masih ikut mertua, saat kesalahpahaman terjadi bagaimana mengomunikannya? bagaimana menciptakan keluarga yang solutif? bagaimana cara mengasuh anak yang baik sehingga dapat menjadi amal jariyah? bagaimana menjalankan dakwah setelah pernikahan?

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa menikah maka ia telah melindungi separuh agamanya karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuhnya lagi." (HR Hakim)

Menikah mempunyai beberapa tujuan yang harus dipahami

  1. Menikah adalah salah satu perintah Allah (QS an-Nisa: 3, an-Nur: 32)
  2. Untuk melestarikan keturunan dan memakmurkan bumi Allah sehingga tujuan penciptaan makhluk bisa terealisasi dengan baik, yaitu beribadah kepada Allah SWT (memperbanyak mat Rasulullah)
  3. Untuk menyalurkan kebutuhan biologis sehingga bisa menjaga kesucian.
  4. Untuk meraih ketenangan jiwa yang menjadi tujuan utama hidup manusia (QS ar-Rum: 21)

Menikah harus makin membuat cinta kepada Allah makin bertambah besar dan kuat, bukan malam menggantikan cinta-Nya dengan cinta lain yang telah menjadi halal.

Bersoleknya seorang istri untuk suaminya adalah merupakan proses ibadah yang bernilai pahala. Istri diseru untuk selalu memperhatikan kecantikan, keindahan, dan kemolekannya meskipun usia pernikahannya telah melewati puluhan tahun. Sehingga meskipun sang suami sudah tua, dia akan tetap merasakan kedamaian dari kata-kata manis sang istri. Ia senantiasa menikmati pemandangan indah istrinya. 

"Sebaik-baik istri adalah istri yang menyenangkan jika dipandang, taat saat diperintah, serta menjaga dirinya dan harta bendamu di waktu engkau tidak berada bersamanya." (HR Thabrani)

Dengan demikian, seorang istri harus bisa menarik hati suami dengan segenap kecantikan dan sifat manjanya. Berdandan tidak hanya dengan memakai make-up dan perhiasan yang mahal. Rajin membersihkan diri dengan mandi, bersiwak, memakai parfum, menuisier rambut, mencabuti bulu ketiak, dan memotong rambut kemaluan, serta berpakaian rapi dan serasi juga termasuk kedalamnya. Tentu, semua itu harus diikuti dengan keindahan akhlak kita.

Bagaimana cara seorang istri untuk menciptakan keluarga sakinah?

  1. Memberikan sambutan yang menyenangkan: menampakkan wajah cerah, menyampaikan berita menyenangkan, mengungkapkan kerinduan, menyajikan hidangan untuk suami
  2. Memperindah dan memperlembut suara
  3. Berhias
  4. Malayan kebutuhan biologis suami
  5. Ikhlas menerima keadaan
  6. Menjaga kesetiaan
  7. Meredakan amarah suami
  8. Memuliakan keluarga dan tamu suami
  9. Sabar
  10. Merapikan rumah.

Siapa saja istri yang meninggal dunia, sedangkan suaminya ridha terhadap kepergiannya maka ia akan masuk surga." (HR Turmudzi)

Siapa saja di kalangan istri yang bermuka masam dihadapan suaminya, ia didalam kemurkaan Allah sampai ia dapat membuat suasana yang menggembirakan suaminya dan memohon kerelaannya.

Rasulullah bersabda, "Tiga orang yang tidak diterima shalatnya (tidak diberi pahala shalatnya) oleh Allah dan tidak diangkat kebaikan mereka ke langit ialah hamba yang lari dari tunny hingga dia kembali, seorang istri yang dimurkai oleh suaminya hingga dia memaafkannya, dan orang yang mabuk hingga ia sadar kembali."

Rasulullah bersabda, "Empat perempuan yang berada di neraka ialah perempuan yang kotor mulutnya terhadap suaminya. Jika suaminya tidak dirumah, ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminya bersamanya, ia memakinya (memarahinya). Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberi apa yang suami tidak mampu. Perempuan yang tidak menjaga auratnya dari kaum laki-laki dań memperlihatkan kecantiknannya (untuk menarik kaum laki-laki). Perempuan yang tidak memiliki tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur, dan ia tidak mau berbakti kepada Allah, dan tidak mau berbakti kepada Rasul-Nya, dan tidak mau berbakti kepada suaminya."

Rasulullah pernah bersabda kepada Fatimah, "Ya Fatimah, apabila seorang Istri meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya, memotong kumis, dan menggunting kukunya maka Allah akan memberinya minum dari air surga yang mengalir di bawahnya sungainya dan diringankan Allah baginya sakratulmaut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuat taman yang indah dan taman-taman surga."

Seorang Istri yang menyediakan air disisi suami, selama ia melakukannya, selama itulah ia didoakan keampunan oleh para malaikat. Memasak makanan Menurut kesukaan atau selera suami. Menambal baju-baju yang buruk, menyiapkan barang-barang keperluan suami.

Beberapa tip untuk menjadi ibu yang baik.

  1. Pelihara komunikasi yang baik dengan anak: ibu harus bisa menjadi pendengar dan pembicara yang baik terhadap anaknya. Jangan mau mengutarakan apa yang Ibu mau tanpa mendengar keluhan atau apa yang ada di kepala anak.
  2. Selalu sediakan waktu: sesibuk apapun, luaxgkan waktu untuk anak walaupun hanya sekadar mendengarkannya menceritakan kegiatannya selama barmain atau bersekolah. Waktu yang Ibi berikan sangat berarti untuk Anak karena Anak akan merasa bahwa Ibu peduli kepadanya.
  3. Menjadi sahabat bagi anak: saat terlalu menekankan statusnya sebagai ibu daripada sebagai sahabat dari anak, sebagian besar Anak jadi lebih suka curhat kepada orang lain yang dianggap mau mendengarkan mereka, akibatnya ada pasukan yang sebenarnya belum kayak bagi sang Anak. Berusahalah untuk menjadi teman, sahabat bagi Anak, tetapi tetap memiliki wibawa sebagai ibu.
  4. Jangan pelit memberikan pujian atas prestasi dan kebaikan yang Anak capai.
  5. Jangan menuntut terlalu banyak, perbanyak doakan
  6. Hargai kerja keras anak
  7. Memberikan perhatian dan kasih sayang
  8. Marah yang membangun: niatkan untuk meluruskan kesalahan bukan untuk mengekspresikan kekecewaan atas kesalahan.

Beberapa tip untuk menjadi menantu yang baik.

  1. Menghormati orang tua karena dari merekalah pasangan kita dilahirkan, jika tak ada mereka tak mungkin kita mendcapatkan pasangan kita yang sekarang.
  2. Jangan membenci mertua yang terlalu banyak memberi masukan atau mengatur, fokuslah pada motif mereka, husnudzan bahwa semua itu Ditujukan untuk kebaikan kita karena kita belum tentu benar dań mereka belum tentu salah.
  3. Patuh saat menumpang di rumah mertua karena setiap rumah pasti mempunyai aturan, kewajiban, dan hak. Hal ini berlaku umum bukan hanya dirumah mertua.
  4. Bersahabatlah (hindari gesekan)
  5. Berikan yang terbaik saat memberikan sesuatu
Jika kita mencintai anaknya, kita wajib mencintai orang tuanya. Menjadi menatu shalihah adalah bagian dari ibadah.

Seorang Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ada beberapa hal yang harus diajarkan pada anak-anak kita sebagai upaya menanamkan aqidah dan ahlakul karimah kepada buah hati kita.

  1. Shalat: tanamkan pada jawa anak bahwa shalat adalah cerminan iman kita. Ajak anak balita kita shalat berjamaah di masjid untuk menimbulkan rasa ingin tahunya. Jika memungkinkan, belikan perlengkapan shalat yang bagus.
  2. Mengenalkan kitab suci al-Quran: sejak dałam kandungan, kenalkan Anak pada ayat suci al-Qur'an, ajarkan untuk mengenal huruf dan cara membaca sejak balita. Sempurnakan di TPQ.
  3. Menutup aurat: tanamkan rasa malu pada anak jika auratnya terlihat. 
  4. Mengajarkan makan dan minum yang halal besegrat adabnya sambil mencontohkannya.
  5. Memberikan ancaman agar tidak bermaksiat disertai dengan selalu mengingatkan bahwa Allah Maha Melihat walaupun saat dia sendirian.
  6. Pisahkan tempat tidur Anak laki-laki dań Perempuan
  7. Memperbanyak doa untuk kebaikan keluarga.

Label rabbani hanya digunakan untuk menyebut seseorang yang memiliki sıfat-sifat berikut.

  1. Berilmu dan memiliki pengetahuan tentang al-Qur'an dan sunnah
  2. Mengamalkan Ilmu yang telah diketahuinya
  3. Mengajarkannya kepada Masyarakat
  4. Mengikuti pemahaman para sahabat dan metode mereka dalam beragama
Prinsip mengikhtiarkan keluarga Rabbani dalam kehidupan rumah tanga kita:
  1. Sikap yang santun dan bijak (Mu'asyarah bil Ma'ruf)
  2. Saling mengingatkan dalam kebaikan
  3. Lebih mengutamakan untuk melaksanakan kewajiban daripada menuntut hak
  4. Saling menutupi kekurangan pasangannya
  5. Saling menolong.

Diantara ciri-ciri wanita ahli surga adalah sebagai berikut.

  1. Bertakwa
  2. Mengamalkan rukun iman
  3. Mengamalkan rukun islam
  4. Ihsan (beribadah seakan-akan melihat Allah, jika tidak dapat, slakan-akan Allah Melihat dirinya.
  5. Ikhlas beribadah karena Allah, tawakal, takut azab Allah, mengharap rahmat Allah, bertobat kepadaNya, dan bersabar atas takdir Allah serta pandai bersyukur.
  6. Gemar membaca al-Qur'an
  7. Menghidupkan amar ma'ruf nahi mungkar
  8. Berbuat baik pada seluruh makhluk terutama tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan gewas ternak yang dimiliki
  9. Menyambung tali persaudaraan kepada orang yang memutus, memberi kepada orang, tidak meminta-minta, dan memaafkan orang yang mendzaliminya
  10. Berinfak, baik lapang maupun sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia
  11. Adil dalam segala perkara
  12. Menjaga lisan dari dusta dan ghibah
  13. Menepati janji dan menjaga amanah yang dititipkan
  14. Berbakti pada orang tua
  15. Menyambung silahturrahim dengan karin kerabatnya, sahabat dekat, dan terjauh.