Dahulu, di Jepang tidak terdapat huruf-huruf, oleh karena itu mereka meminjam huruf-huruf dari Cina. Pada waktu itu di Cina diperintah oleh dinastia Han (Kan), sehingga huruf-huruf tersebut dinamakan "Kanji" dan kalimatnya disebut "Kanbun".
Kanji memiliki dua cara membaca yatu cara baca Cina (On), dan cara baca Jepang (Kun).
Setelah perang dunia ke-2, pemerintah Jepang menetapkan sekitar 1850 huruf dasar sebagai "Toyo Kanji" dan huruf ini hanya satu-satunya yang digunakan dalam buku bacaan dań tulisan-tulisan resmi. Dari jumlah tersebut, sekitar 996 huruf telah dipilih untuk kurikulum sekolah dasar.
Karena huruf-huruf kanji memiliki banyak coretan, dibutuhkan waktu yang lama untuk menulisnya. Oleh sebab itu bangsa Jepang menciptakan huruf-huruf yang dinamakan Hiragana dan Katakana.
Hiragana digunakan untuk:
menulis partikel dalam kalimat;
menulis furigana (cara baca kanji);
menulis okurigana (karakter yang mengiringi kanji);
menulis beberapa kata yang tidak ada kanjinya atau jarang dituliskan dalam bentuk kanji seperti ここ (disini), はい (iya), きれい (cantik), dll;
menuliskan honorifik (ungkapan penghormatan untuk menyapa orang tertentu).
Katakana dipakai untuk menulis kata-kata serapan dari bahasa asing. Beberapa lafal asing tidak dapat dituliskan secara sempurna karena bunyi ucapan kata-kata asing berbeda di dalam Bahasa Jepang.
Gabungan vokal dan konsonan:ka, ki, ku, ke, ko, sa, shi, su, se, so, ta, chi, tsu, te, to, na, ni nu, ne, no,ha, hi, fu, he, ho, ma, mi, mu, me, mo, ya, yu, yo, ra, ri, ru, re, ro, wa, wo.
ga, gi, gu, ge, go (huruf ka, ki, ku, ke, ko ditambah tenten);
za, ji, zu, ze, zo (huruf sa, shi, su, se, so ditambah tenten);
da, ji, zu, de, do (huruf ta, chi, tsu, te, to ditambah tenten);
ba, bi, bu, be, bo, (huruf ha, hi, fu, he, ho ditambah tenten);
dengan handakuon/ maru: pa, pi, pu, pe, po (huruf ha, hi, fu, he, ho ditambah maru);
dengan youon/ tambahan huruf ya, yu, yo yang ditulis kecil: kya, kyu, kyo, sha, shu, sho, cha, chu, cho, nya, nyu, nyo, hya, hyu, hyo, mya, myu, myo, rya, ryu, ryo, gya, gyu, gyo, ja, ju, jo, bya, byu, byo, pya, pyu, pyo.
k, t, p, c, dan s yang ditulis dengan huruf 'tsu' kecil sebelum huruf konsonan rangkap tersebut. Contoh kata dengan konsonan rangkap yaitu:
Kokki (こっき) : bendera nasional,
Kitte (きって): perangko,
Happa (はっぱ): daun,
Maccha (まっちゃ): teh hijau,
Jetto (ジェット): Pesawat Zet,
Chekku (チェック): Check.
> bunyi panjang berakhiran a ditambahkan huruf a. Contoh: okaasan (ibu);
> bunyi panjang berakhiran -i ditambahkan huruf i. Contoh: ojiisan (kakek);
> bunyi panjang berakhiran -u ditambahkan huruf u. Contoh: kuuki (udara);
> bunyi panjang berakhiran -e dan -o bia ditulis dengan dua cara:
Menambahkan huruf vokal yang sama dengan bunyi vokal di depannya. Contoh: Oneesan (kakak perempuan), koori (es);
Menambahkan huruf vokal i pada kosakata bunyi panjang berakhiran -e. Contoh: sensei (guru);
Menambahkan huruf vokal u pada kosakata bunyi panjang berakhiran -o. Contoh: gakkou (sekolah); Untuk Katakana vokal panjang memakai tanda (ー). Contoh: カード (card).
> penulisan bunyi choun pada huruf katakan berbeda dari penulisan yang ada pada huruf hiragana. Di dalam katakana vokal panjang ditandai atau diwakilkan oleh tanda " _" . Seperti kata juusu didalam huruf katakana ditulis ジュ_ス dan biiru ditulis ビ_ル.
Penulisan "wa" sebagai kata bantu subyek ditulis dengan huruf hiragana "ha", dan penulisan "e" sebagai kata bantu yang artinya "ke" ditulis dengan huruf "he".
Apabila huruf "n" terletak didepan huruf "b", "p", dan "m", maka "n" dibaca "m"