Langsung ke konten utama

Unggulan

7 Hari Pakar Bahasa Jepang (Muryani J. Semita): Bagian 1


Terdapat tiga jenis huruf dalam Bahasa Jepang: 

Huruf Kanji

Dahulu, di Jepang tidak terdapat huruf-huruf, oleh karena itu mereka meminjam huruf-huruf dari Cina. Pada waktu itu di Cina diperintah oleh dinastia Han (Kan), sehingga huruf-huruf tersebut dinamakan "Kanji" dan kalimatnya disebut "Kanbun". 

Kanji memiliki dua cara membaca yatu cara baca Cina (On), dan cara baca Jepang (Kun). 

Setelah perang dunia ke-2, pemerintah Jepang menetapkan sekitar 1850 huruf dasar sebagai "Toyo Kanji" dan huruf ini hanya satu-satunya yang digunakan dalam buku bacaan dań tulisan-tulisan resmi. Dari jumlah tersebut, sekitar 996 huruf telah dipilih untuk kurikulum sekolah dasar. 

>> Huruf Kanji

Hiragana & Katakana 

Karena huruf-huruf kanji memiliki banyak coretan, dibutuhkan waktu yang lama untuk menulisnya. Oleh sebab itu bangsa Jepang menciptakan huruf-huruf yang dinamakan Hiragana dan Katakana. 

Hiragana digunakan untuk:

  1. menulis partikel dalam kalimat; 
  2. menulis furigana (cara baca kanji); 
  3. menulis okurigana (karakter yang mengiringi kanji); 
  4. menulis beberapa kata yang tidak ada kanjinya atau jarang dituliskan dalam bentuk kanji seperti ここ (disini), はい (iya), きれい (cantik), dll; 
  5. menuliskan honorifik (ungkapan penghormatan untuk menyapa orang tertentu).

Katakana dipakai untuk menulis kata-kata serapan dari bahasa asing. Beberapa lafal asing tidak dapat dituliskan secara sempurna karena bunyi ucapan kata-kata asing berbeda di dalam Bahasa Jepang. 

Huruf Hiragana dan Katakana terdiri dari:

>> Hiragana & Katakana


Vokala, i, u, e, o; 

Konsonan: n; 

Gabungan vokal dan konsonan: ka, ki, ku, ke, kosa, shi, su, se, sota, chi, tsu, te, tona, ni nu, ne, no, ha, hi, fu, he, homa, mi, mu, me, moya, yu, yora, ri, ru, re, rowa, wo.

  • ga, gi, gu, ge, go (huruf ka, ki, ku, ke, ko ditambah tenten); 
  • za, ji, zu, ze, zo (huruf sa, shi, su, se, so ditambah tenten); 
  • da, ji, zu, de, do (huruf ta, chi, tsu, te, to ditambah tenten); 
  • ba, bi, bu, be, bo, (huruf ha, hi, fu, he, ho ditambah tenten)
  • dengan handakuon/ marupa, pi, pu, pe, po (huruf ha, hi, fu, he, ho ditambah maru); 
  • dengan youontambahan huruf ya, yu, yo yang ditulis kecil: kya, kyu, kyo, sha, shu, shocha, chu, chonya, nyu, nyo, hya, hyu, hyo, mya, myu, myo, rya, ryu, ryo, gya, gyu, gyo, ja, ju, jo, bya, byu, byopya, pyu, pyo.

k, t, p, c, dan s yang ditulis dengan huruf 'tsu' kecil sebelum huruf konsonan rangkap tersebut. Contoh kata dengan konsonan rangkap yaitu: 

  • Kokki (こっき) : bendera nasional, 
  • Kitte (きって): perangko, 
  • Happa (はっぱ): daun, 
  • Maccha (まっちゃ): teh hijau, 
  • Jetto (ジェット): Pesawat Zet
  • Chekku (チェック): Check.

> bunyi panjang berakhiran a ditambahkan huruf a. Contoh: okaasan (ibu); 

> bunyi panjang berakhiran -i ditambahkan huruf i. Contoh: ojiisan (kakek); 

> bunyi panjang berakhiran -u ditambahkan huruf u. Contoh: kuuki (udara); 

> bunyi panjang berakhiran -e dan -o bia ditulis dengan dua cara: 

  • Menambahkan huruf vokal yang sama dengan bunyi vokal di depannya. Contoh: Oneesan (kakak perempuan), koori (es); 
  • Menambahkan huruf vokal i pada kosakata bunyi panjang berakhiran -e. Contoh: sensei (guru); 
  • Menambahkan huruf vokal u pada kosakata bunyi panjang berakhiran -o. Contoh: gakkou (sekolah); Untuk Katakana vokal panjang memakai tanda (ー). Contoh: カード (card).
> penulisan bunyi choun pada huruf katakan berbeda dari penulisan yang ada pada huruf hiragana. Di dalam katakana vokal panjang ditandai atau diwakilkan oleh tanda " _" . Seperti kata  juusu didalam huruf katakana ditulis ジュ_ス dan biiru ditulis ビ_ル.

Penulisan "wa" sebagai kata bantu subyek ditulis dengan huruf hiragana "ha", dan penulisan "e" sebagai kata bantu yang artinya "ke" ditulis dengan huruf "he".

  • Apabila huruf "n" terletak didepan huruf "b", "p", dan "m", maka "n" dibaca "m"
  • Apabila huruf "n" diakhir kata dibaca "ng"
  • Apabila huruf "su" diakhir kata dibaca "s".